BERITA UTAMA

Satreskrim Polres Sijunjung Razia Sejumlah SPBU, Tak Temukan Pelangsiran BBM Bersubsidi

×

Satreskrim Polres Sijunjung Razia Sejumlah SPBU, Tak Temukan Pelangsiran BBM Bersubsidi

Sebarkan artikel ini
PENGECEKAN— Tim Satreskrim Polres Sijunjung melakukan pengecekan ke sejumlah SBPU untuk mencegah adanya penyelewengan BBM bersubsidi.

SIJUNJUNG, METROTim Satreskrim Polres Sijunjung menggencarkan pengawasan dan penindakan terhadap penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan menggelar razia serta pengecekan mendadak di sejumlah stasiun pengisian ba­han bakar umum (SPBU), Minggu malam hingga Senin dinihari (16–17/8).

Pengecekan ini dilakukan setelah beredar informasi di media sosial yang menyebut, adanya dugaan pelansiran BBM subsidi di SPBU wilayah Sijunjung. Bahkan dinarasikan me­n­dapat beking dari aparat penegak hukum (APH).

Kasat Reskrim Polres Sijunjung AKP Wildan Al Kautsar Ananputra mengatakan, pengecekan dilakukan di tiga SPBU. Di antaranya SPBU 14.275.599 Muaro Gambok, SPBU 14.275.­595 Muaro Bodi, dan SPBU 14.275.550 Tanah Bedantung.

“Hasil pengecekan di tiga SPBU tersebut, kami tidak menemukan adanya kegiatan pelansiran BBM subsidi, baik Bio Solar maupun Pertalite,” ujar Wildan, Senin (17/8).

AKP Wildan menjelaskan, pihaknya juga memeriksa kondisi antrean kendaraan serta cara pembelian BBM di masing-masing SPBU. Dari hasil pemeriksaan itu, antrean kenda­raan masih dalam kondisi wajar.

Baca Juga  Kampus IAIN Padang Mencekam

“Kami juga tidak menemukan kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah tidak wajar. Kendaraan yang ditemukan di lokasi seluruhnya menggunakan tangki standar. Pembelian BBM juga menggunakan barcode yang sesuai dengan kendaraan yang digu­na­kan,” jelasnya.

AKP Wildan mengung­kapkan, khusus di SPBU 14.275.550 Tanah Bedantung, petugas menemukan adanya antrean kenda­raan saat pengisian Biosolar. Namun, antrean tersebut tidak disertai temuan praktik pelansiran.

“Kami mengecek rekaman CCTV SPBU tersebut terkait video yang sebelumnya beredar di media sosial. Pemeriksaan dilakukan terhadap rekaman CCTV pada 13 Agustus 2026 sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB,” tutur dia.

Dari keterangan manajer SPBU, ungkap AKP Wil­dan, kendaraan yang terlihat mengantre dalam video merupakan kendaraan yang hendak mengisi BBM jenis Biosolar.

“Namun, berdasarkan pengecekan CCTV dan data automatic tank gauging (ATG), narasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Se­bab, pasokan Biosolar baru tiba di SPBU tersebut pada 14 Agustus 2026 sekitar pukul 05.00 WIB,” tutur dia.

Baca Juga  Ditemukan di Aliran Sungai Batang Sinamar, Tim Gegana Polda Sumbar Musnahkan Granat Peninggalan Zaman Penjajahan

Menurut AKP Wildan, panjangnya antrean di sejumlah SPBU diduga berkaitan dengan keterlambatan pengiriman BBM dari depot ke SPBU. Kondisi tersebut membuat sebagian pengemudi memilih menunggu di lokasi hingga pasokan tersedia.

“Meski belum menemukan praktik pelansiran dalam pengecekan tersebut, kami memastikan pe­ny­e­lidikan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tetap dilakukan. Sehingga pendistribusian BBM bersubsidi tepat sasaran,” tegas dia.

Selain penyelidikan, ungkap AKP Wildan, Polres Sijunjung juga akan mela­ku­kan patroli rutin di SPBU untuk mencegah penya­lah­gunaan BBM subsidi sekaligus mengantisipasi kemacetan akibat antrean kendaraan.

“Kami mengingatkan operator SPBU agar tidak melayani pengisian kendaraan yang tidak sesuai dengan barcode serta menolak kendaraan yang me­ng­gunakan tangki tidak stan­dar,” tukasnya. (*)