METRO SUMBAR

Mahasiswa KKN UNP Dorong Kebangkitan UMKM Nagari Maninjau Melalui Digitalisasi, Branding Produk dan Pelestarian Kuliner Lokal              

×

Mahasiswa KKN UNP Dorong Kebangkitan UMKM Nagari Maninjau Melalui Digitalisasi, Branding Produk dan Pelestarian Kuliner Lokal              

Sebarkan artikel ini
PRODUK—Chesya Naila Tahani selaku Penanggung Jawab (PJ) bersama Tim yang terdiri atas Ghaitsa Fara Nabila, Fahrozi Anwar Syahputra, Rizka Syahrani, Ilham dan Ahmad Agil lihatkan hasil produksi.

AGAM, METRO–Upaya pemulihan eko­nomi masyarakat pasca bencana galodo terus dilakukan di Nagari Maninjau,  Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten  Agam, Sumbar.  Salah satu sektor yang masih merasakan dampaknya adalah UMKM,  khu­sus­nya pelaku usaha kuli­ner­ khas Maninjau yang selama ini bergantung pada  kunjungan wisatawan  dan hasil perikanan danau maninjau sebagai bahan baku utama. Berbagai pro­duk olahan khas seperti palai rinuak,  peyek rinuak, ikan salai,  ikan bada, pensi, hingga aneka olahan ikan nila menjadi identitas kuliner Nagari Maninjau sekaligus sumber penghasilan masyarakat.  Namun,  menurunnya jumlah wisatawan pasca bencana menyebabkan penjualan produk ikut menurun.

Kondisi tersebut diperparah dengan  semakin  sulitnya memperoleh bahan baku utama,  terutama ikan rinuak dan ikan bada, sehingga pelaku UMKM menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan usahanya. Berang­kat dari kondisi tersebut, ma­hasiswa KKN UNP meng­hadirkan berbagai program pemberdayaan UMKM yang berfokus pa­da digitalisasi pemasaran, penguatan identitas visual produk, serta pelestarian kuliner lokal.

Program tersebut me­ru­pakan bagian dari Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan selama 6 Juli hingga 6 Agustus 2026 diba­wah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),  Prof. Dr. Yuliana, S.P., M. Si. Seluruh kegiatan Bidang UMKM dipimpin oleh Che­sya Naila Tahani selaku Penanggung Jawab (PJ) bersama Tim yang terdiri atas Ghaitsa Fara Nabila, Fahrozi Anwar Syahputra, Rizka Syahrani, Ilham dan Ahmad Agil. Salahsatu program unggulan yang dilaksanakan adalah pembuatan video profil UMKM Bu Rita di Jorong Gasang. Video tersebut dikemas menggunakan kon­­­sep storytelling yang mengangkat perjalanan usaha sekaligus memper­kenalkan berbagai produk khas Nagari Maninjau,  se­perti palai rinuak, peyek ri­nuak, rinuak salai, dan berbagai olahan hasil Danau Maninjau lainnya.

Baca Juga  Pemprov Manfaatkan Even Nasional sebagai Ajang Promosi UMKM Lokal

Selain memperlihatkan proses produksi, video juga menggambarkan perjuangan pelaku UMKM da­lam menghadapi keterbatasan bahan baku dan menurunnya jumlah wisa­tawan.  Melalui media promosi digital tersebut,  mahasiswa berharap pro­duk-produk lokal dapat dikenal lebih luas sehingga mampu meningkatkan penjualan sekaligus menarik kem­­bali minat wisatawan untuk berkunjung ke Nagari Maninjau.

Program berikutnya diwujudkan melalui pendam­pingan penguatan identitas visual produk bagi pelaku usaha UMKM.  Mahasiswa merancang desain logo, stiker kemasan, serta spanduk usaha untuk beberapa pelaku UMKM,  salah satunya Usaha Susu Kedelai Milik Asrul Hida­yat. Pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan daya tarik produk,  memperkuat citra usaha, serta memberikan  nilai tambah sehingga pro­duk lebih mudah dikenal oleh masyarakat dan memiliki daya saing yang lebih baik di pasaran.

Sebagai upaya menjaga kekayaan kuliner daerah, mahasiswa juga berko­laborasi dengan Ibu-Ibu PKK Jorong Pasa Maninjau dalam pembelajaran pembuatan Randang Paku Pensi,  salah satu makanan khas yang memanfaatkan bahan pangan  lokal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan,  tetapi juga bertujuan mendokumentasikan proses pengolahan kuliner tradisional agar tetap lestari serta memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai produk unggulan Nagari Maninjau.

Kepala Jorong Gasang, Ahmad Arif,  mengapresiasi berbagai program yang telah dilaksanakan mahasiswa KKN UNP.  Menunjukkan,  kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,  terutama dalam membantu pelaku UMKM mengembangkan  usahanya melalui pemanfaatan media digital.  “Kami mengucapkan terima kasih kepada Adik-Adik Mahasiswa KKN UNP yang telah memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM di Jorong Ga­sang.  Mudah-mudahan kon­disi saat ini segera mem­baik sehingga ma­syarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. Kami juga berharap sektor pariwisata di Maninjau kembali bangkit sehingga perekonomian masyarakat ikut meningkat, “ ujar Ahmad Arif.

Baca Juga  Perbaikan Lembah Anai Belum Tuntas, Pemprov Sumbar Tiadakan Sistem One Way Saat Masa Libur Lebaran

Hal serupa disampaikan oleh Bu Rita,  pelaku UMKM yang menjadi Mitra Ma­hasiswa dalam program digitalisasi usaha.   Menurutnya,  berbagai pendampingan yang di­beri­kan Mahasiswa menjadi motivasi  bagi pelaku usaha untuk terus me­ngem­­bangkan produk khas da­erah.  “Harapan kami ke depan,  semoga dagangan semakin laris dan semakin banyak wisatawan yang datang ke Maninjau untuk membeli produk-produk UMKM.  Dengan begitu, usaha kami dapat terus berkembang dan membantu mening­kat­kan perekonomian keluarga,” ungkap Bu Rita.

Program Pemberda­yaan UMKM ini terlaksana berkat kolaborasi antara Mahasiswa KKN UNP,  Pemerintah Nagari Maninjau,  Kepala Jorong Gasang, Pelaku UMKM, dan ma­sya­rakat setempat.  Sinergi tersebut menjadi fondasi pen­ting dalam memper­kuat pe­ngembangan UMKM ber­basis potensi lo­kal se­kaligus memperkenalkan kekayaan kuliner khas Nagari Maninjau kepada ma­sya­rakat yang lebih luas.

Melalui berbagai inovasi yang telah dilaksanakan, Mahasiswa KKN UNP berharap media promosi digital, identitas visual produk, serta dokumentasi kuliner tradisional yang telah dihasilkan dapat terus dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM.  Lebih dari itu,  program ini diharapkan menjadi langkah nyata da­lam mendukung kebangkitan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Nagari Maninjau sebagai salah satu destinasi wisata dan sentra kuliner unggulan di Kabupaten  Agam. (ped)