SIJUNJUNG, METRO— Dua evaluator UNESCO Global Geopark (UGGp) menelusuri sejumlah geosite di kawasan Geopark Ranah Minang Silokek, Kabupaten Sijunjung, pada Selasa (18/8). Kunjungan itu dalam rangka penilaian Geopark Silokek untuk menjadi bagian dari UNESCO. Bupati Sijunjung Benny Dwifa mendampingi langsung rangkaian kunjungan tersebut. Kunjungan itu menjadi bagian penting dari proses revalidasi status Geopark Ranah Minang Silokek di tingkat internasional. Para evaluator melihat secara langsung kekayaan geologi, sejarah, pendidikan, budaya hingga pengelolaan pariwisata yang melibatkan masyarakat. Sejumlah geosite yang dikunjungi di antaranya Formasi Kuantan Karst Geosite, yang menyimpan batuan gamping berusia sekitar 350 juta tahun, serta Ngalau Basurek dengan stalaktit, stalagmit dan sungai bawah tanah.
Evaluator juga melihat Granit Tipe A Sila, batuan yang diperkirakan terbentuk sekitar 176 juta tahun lalu pada Periode Jura. Kekayaan geologi tersebut menjadi bagian penting dari bentang alam yang hingga kini menopang kehidupan masyarakat melalui aktivitas persawahan dan perkebunan. Kunjungan berlanjut ke Desa Wisata Silokek. Kehadiran evaluator disambut dengan makan bajamba, produk UMKM dan penampilan talempong kayu. Desa ini menjadi salah satu kawasan inti geopark yang memperlihatkan keterpaduan antara bentang alam karst, granit, sungai dan budaya masyarakat. Pengelolaan kawasan juga melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), sehingga pengembangan geopark tidak hanya diarahkan untuk menjaga kelestarian alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi sekaligus mempertahankan budaya lokal.
Evaluator kemudian mengunjungi SDN 28 Durian Gadang, peraih juara II Geopark Corner antarsekolah se-Kabupaten Sijunjung, serta Lokomotif Uap Silukah, peninggalan perkeretaapian kolonial Belanda yang kini menjadi situs cagar budaya dan potensi wisata heritage.
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir mengatakan, revalidasi UNESCO menjadi momentum penting bagi daerah untuk menunjukkan bahwa Geopark Ranah Minang Silokek bukan hanya memiliki kekayaan geologi, tetapi juga memiliki keterkaitan kuat dengan kehidupan masyarakat. “Geopark Ranah Minang Silokek bukan sekadar kawasan yang memiliki keunikan geologi. Di dalamnya ada sejarah, budaya, pendidikan, lingkungan dan kehidupan masyarakat yang harus kita jaga bersama,” tutur Bupati Benny.
Pemkab Sijunjung terus mendorong agar keberadaan geopark memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, UMKM, ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.
Benny berharap proses revalidasi berjalan lancar dan Geopark Ranah Minang Silokek mampu mempertahankan pengakuannya di tingkat global. “Harapan kita tentu Geopark Ranah Minang Silokek dapat mempertahankan statusnya di tingkat UNESCO Global Geopark. Status tersebut harus menjadi energi bagi kita untuk terus menjaga alam, melestarikan budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama masyarakat akan terus memperkuat pengelolaan geopark secara berkelanjutan agar potensi yang dimiliki tidak hanya menjadi kebanggaan Sijunjung, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan pendidikan bagi generasi mendatang. “Kita ingin geopark ini tetap lestari, semakin dikenal dunia dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ini adalah warisan yang harus kita jaga dan kembangkan bersama untuk generasi berikutnya,” terang Bupati Sijunjung. (ndo)






