SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Meski Tahapan Pemilu dan Pilkada Berakhir, KPU Perkuat Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih pada Masyarakat

×

Meski Tahapan Pemilu dan Pilkada Berakhir, KPU Perkuat Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih pada Masyarakat

Sebarkan artikel ini
DIALOG INTERAKTIF— KPU Kota Sawahlunto memperkuat sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada masyarakat meski tahapan Pemilu dan Pilkada telah berakhir. Upaya tersebut dilakukan melalui dialog interaktif bersama Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Sawahlunto FM pada frekuensi 99,9 MHz, Rabu (19/8).

SAWAHLUNTO, METRO–Komisi Pemilihan U­mum (KPU) Kota Sawah­lunto terus memperkuat sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada ma­sya­rakat meski tahapan Pemilu dan Pilkada telah berakhir.  Upaya tersebut dilakukan melalui dialog interaktif bersama Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Sawahlunto FM pada frekuensi 99,9 MHz. Rabu (19/8).

Dialog yang mengangkat tema “Membangun Budaya Demokrasi melalui Sosialisasi Pendidikan Pemilih pada Masa Non-Tahapan” itu berlangsung selama 60 menit. Komisioner KPU Kota Sawah­lunto Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rony Yandri, hadir sebagai narasumber dan dipandu host Febriana Sugita.

Dalam dialog tersebut, Rony menegaskan bahwa berakhirnya Pemilu dan Pilkada bukan berarti u­paya membangun de­mok­rasi ikut berhenti. Sebaliknya, masa setelah seluruh tahapan pemilu selesai menjadi momentum penting untuk menjaga kesadaran masyarakat terhadap demokrasi. “Pe­milu dan Pilkada memang telah selesai dilaksanakan. Namun, demokrasi tidak berhenti ketika proses pemungutan dan penghitungan suara berakhir,” ujar Rony.

Baca Juga  Perkuat Pengelolaan Sampah, Tim KLH RI Dampingi Sawahlunto Susun Roadmap KIE

Menurutnya, terdapat sejumlah pekerjaan pen­ting yang harus terus dilakukan pada masa non-tahapan, di antaranya menjaga kesadaran ma­syarakat terhadap de­mokrasi, meningkatkan kualitas partisipasi pemilih, membangun pemilih yang cerdas, serta memastikan masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Salah satu fokus KPU Sawahlunto, kata Rony, adalah memperluas pendidikan pemilih kepada generasi muda, termasuk generasi Z.

Ia menilai masa non-tahapan justru menjadi waktu yang strategis untuk memberikan pemahaman kepemiluan secara berkelanjutan kepada ma­syarakat. “Masa non-ta­hapan menjadi momentum untuk mempersiapkan masyarakat agar men­jadi pemilih yang le­bih cerdas dan bertanggung jawab,” katanya.

Rony menambahkan, pendidikan pemilih tidak cukup hanya dilakukan menjelang pelaksanaan Pemilu atau Pilkada. Ke­giatan tersebut harus berlangsung secara berke­lanjutan dan menyentuh berbagai kelompok ma­syarakat. Karena itu, KPU Sawahlunto terus mendorong keterlibatan generasi muda, masyarakat marginal, komunitas, lembaga pendidikan, partai politik, media, serta berbagai elemen masyarakat lainnya dalam membangun budaya demokrasi.

Baca Juga  Nagari Paru Sijunjung Segera Terbebas dari Zona Blankspot

Menurutnya, keberhasilan demokrasi tidak semata-mata diukur dari tingginya angka partisipasi pemilih. Yang tidak ka­lah penting adalah memastikan masyarakat meng­gunakan hak pilihnya secara sadar, rasio­nal, dan bertanggung ja­wab. Rony menyebut ting­kat partisipasi pemilih di Kota Sawahlunto pada Pemilu dan Pilkada sebe­lumnya menjadi salah satu yang tertinggi di Su­matera Barat. Namun, capaian tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas partisipasi ma­syarakat. “Dengan de­mikian, kita tidak hanya mengejar tingginya angka partisipasi pemilih, tetapi juga membangun partisipasi yang berkualitas dan budaya demokrasi yang sehat di Kota Sawahlunto,” pungkasnya. (pin)