PDG.PANJANG, METRO—Kecelakaan maut yang menimbulkan korban jiwa kembali terjadi di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi. Kali ini, truk tronton thermo king yang membawa es krim terjun ke jurang di tikungan Tugu Semen Padang, Bukit Berbunga Silaing Bawah, Kecamatan Padangpanjang Barat, Kota Padangpanjang, Jumat (21/8) sekitar pukul 05.00 WIB.
Akibat insiden nahas ini, kernet truk bernama Hadi (30), warga Serang, Provinsi Banten, tewas terjepit di ruang kemudi yang ringsek di dasar jurang. Sedangkan sopir bernama Wahidin (36), warga Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), berhasil selamat meski mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Proses evakuasi korban Hadi berlangsung cukup lama karena harus mengeluarkan tubuhnya yang terjepit di dalam ruang kemudi truk. Setelah berusaha keras, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh korban sekitar pukul 11.00 WIB, lalu dibawa ke Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padangpanjang.
Kasat Lantas Polres Padangpanjang, AKP Pifzen Finot membenarkan adanya kecelakaan tunggal truk masuk jurang di Silaing Bawah. Menurutnya, truk tersebut membawa es krim bernomor polisi B 9112 VEU masuk ke dalam jurang setelah pengemudinya berupaya menghindari kendaraan yang berada di depannya.
“Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, truk yang dikemudikan Wahidin membawa seorang penumpang bernama Hadi dan bergerak dari arah Padangpanjang menuju Padang,” AKP Pifzen Finot.
Sesampainya di lokasi kejadian, kata AKP Finot, pengemudi berupaya menghindari kendaraan yang berada di depannya. Namun, kondisi tersebut membuat truk yang melaju dengan kecepatan agak kencang kehilangan keseimbangan hingga oleng ke sisi kiri jalan jika dilihat dari arah Padangpanjang.
“Kecelakaan ini megakibatkan satu orang meninggal dan satu luka-luka. Kerugian materi akibat kecelakaan tersebut, diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Proses evakuasi korban sangat sulit karena terjepit di dasar jurang,” ujar AKP Finot.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Padang, Abdul Malik, mengatakan pihaknya masih melakukan penanganan dan belum mengidentifikasi data korban. Dalam kejadian tersebut terdapat 2 korban, satu orang selamat, sementara satu orang lainnya terjepit.
“Truk ini menabrak pembatas jalan hingga terjun ke jurang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang memberangkatkan tujuh personel menuju lokasi kejadian pada pukul 06.15 WIB. Tim SAR diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit untuk tiba di lokasi,” ujar Abdul Malik.
Menurut Abdul Malik, proses evakuasi korban yang terjepit membutuhkan waktu lebih dari empat jam. Korban yang terjepit di dalam badan truk bisa dikeluarkan dari ruang kemudi yang ringsek, menggunakan peralatan ekstrikasi.
“Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh korban sekitar pukul 11.00 WIB. Dari mulai tim tiba di lokasi sampai seluruh korban berhasil dievakuasi, prosesnya sekitar empat jam,” jelasnya.
Abdul Malik menjelaskan, setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, pada pukul 11.10 WIB dilakukan debriefing. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuannya masing-masing dan operasi SAR diusulkan untuk ditutup.
“Dalam operasi tersebut, kami juga dibantu unsur Damkar, BPBD, Brimob, Polsek, Dishub, Pramuka, ORARI, Potensi Padang Panjang, serta TNI,” tutupnya. (*)






