SAWAHLUNTO, METRO— Pemko Sawahlunto terus memperkuat perencanaan pembangunan infrastruktur di kawasan Cagar Budaya Sawahlunto. Upaya tersebut dilakukan melalui pembahasan Rencana Pembangunan Infrastruktur Kawasan Strategis (RPIKS) bersama Direktorat Pengembangan Kawasan Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum.
Pembahasan RPIKS berlangsung di Balai Kota Sawahlunto, Rabu (19/8), dan dihadiri Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah bersama pihak terkait. Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek penting dalam penataan kawasan, mulai dari penetapan lokasi, konsep perancangan, hingga penyusunan matriks keterpaduan program pembangunan.
Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mengatakan, penyusunan RPIKS diperlukan agar pembangunan infrastruktur di kawasan strategis dapat dilakukan berdasarkan perencanaan yang jelas dan terintegrasi. “Pemko Sawahlunto berkomitmen menindaklanjuti hasil penyusunan RPIKS hingga masuk pada tahap pelaksanaan. Karena itu, kebutuhan dan kewenangan masing-masing pihak perlu dipetakan sejak awal,” kata Jeffry.
Menurutnya, penanganan kawasan Cagar Budaya Sawahlunto tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, BUMN, serta tim pendamping agar program yang dirancang dapat saling mendukung. Penyusunan RPIKS tersebut melibatkan Pemerintah Kota Sawahlunto bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Perhubungan, BUMN, dan tim pendamping. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menyelaraskan kebutuhan pembangunan kawasan dengan program serta kewenangan masing-masing instansi.
Jeffry menambahkan, perangkat daerah terkait juga akan diarahkan untuk segera mengidentifikasi kebutuhan pembangunan, kewenangan, serta langkah tindak lanjut yang harus dilakukan berdasarkan hasil pembahasan bersama. “Keterpaduan perencanaan menjadi kunci agar penanganan kawasan Cagar Budaya Sawahlunto lebih terarah, saling mendukung, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kota serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Pemko Sawahlunto berharap penyusunan RPIKS dapat menjadi dasar dalam memperkuat pengembangan kawasan Cagar Budaya Sawahlunto secara berkelanjutan. Selain menjaga nilai sejarah dan budaya, pembangunan kawasan diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi, pariwisata, serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. (pin)






