BERITA UTAMA

Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Gudang Elpiji SPBU Wowo, Posisinya Duduk dengan Kepala Menempel ke Meja

×

Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Gudang Elpiji SPBU Wowo, Posisinya Duduk dengan Kepala Menempel ke Meja

Sebarkan artikel ini
PENEMUAN MAYAT— Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat lansia di gudang penyimpanan gas elpiji SPBU Wowo, Jalan Veteran, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

PADANG, METROSeorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di dalam gudang penyimpanan gas elpiji SPBU Wowo, Jalan Veteran, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Rabu (19/8) sekitar pukul 03.45 WIB. Penemuan itu sontak meng­hebohkan warga setempat.

Saat ditemukan, korban bernama Yarmen (66), da­lam posisi duduk di kursi dengan wajah menempel di meja. Korban diketahui merupakan warga Nagari Batu Taba, Kecamatan Am­pek Angkek, Kabupaten ­Agam.

Setelah mendapat informasi adanya penemuan mayat, Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lalu mengevakuasi jenazah kor­ban ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Kapolsek Padang Barat AKP Nurasni mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh operator SPBU ketika masuk ke ruangan penyimpanan gas elpiji. Mulanya, saksi mengira korban hanya terlelap tidur. Namun, saksi curiga lantaran korban tidak bergerak dan tubuhnya sudah dingin.

Baca Juga  Kejari Mentawai Tahan 2 Tersangka Dana Desa, Rugikan Negara Rp 661 Juta

“Saksi masuk ke gu­dang dan melihat korban dalam posisi seperti itu. Setelah dicek, ternyata korban sudah meninggal. Saksi kemudian memberitahukan temuan tersebut kepada pengawas SPBU. Namun, informasi itu tidak langsung diteruskan kepada Polisi,” kata AKP Nurasni.

AKP Nurasni menjelaskan, pihaknya mendapat informasi adanya penemuan mayat sekitar pukul 07.30 WIB. Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Pa­dang kemudian melakukan olah tempat kejadian per­kara. Sejumlah obat yang diduga milik korban ditemukan di meja.

“Dari keterangan saksi, sebelumnya korban diketahui memiliki ma­salah ke­sehatan. Operator SPBU menyebut korban beberapa kali terlihat mengalami sesak napas,” ungkapnya.

Baca Juga  Pengedar Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, 4 Paket Disita Polisi

Selain itu, kata AKP Nurasni, adik ipar korban juga menyebut korban me­miliki riwayat penyakit jantung dan ginjal. Setelah itu, polisi kemudian menawarkan pemeriksaan terhadap jenazah di RS Bhayangkara. Namun keluarga menolak dilakukan visum luar maupun visum dalam.

“Setelah dilakukan olah TKP dan identifikasi, pihak keluarga menolak untuk dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum. Keluarga kemudian membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan jena­zah. Jenazah Yarmen selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke kampung halamannya,” pungkasnya. (*)