AGAM/BUKITTINGGI

Pulihkan Lahan Terdampak Bencana, Pemkab Agam Salurkan 1,95 Ton Benih Padi

×

Pulihkan Lahan Terdampak Bencana, Pemkab Agam Salurkan 1,95 Ton Benih Padi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pertanian Agam, Heri Prasetyo Wibowo .

AGAM, METROPemerintah Kabupaten Agam mempercepat pe­mu­lihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi yang melanda wila­yah tersebut pada akhir 2025. Salah satu langkah yang dilakukan adalah me­nyalurkan bantuan 1,95 ton benih padi untuk lahan pertanian seluas 78 hektare.

Bantuan tersebut di­be­rikan kepada tujuh kelompok tani yang berada di Kecamatan Tanjung Raya dan Palembayan. Benih diharapkan dapat membantu petani kembali menggarap lahan dan menjaga keberlanjutan produksi padi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Pra­setyo Wibowo, mengatakan bantuan telah diserahkan secara gratis kepada seluruh kelompok penerima pada 21 Juli 2026.

“Bantuan telah kita salurkan secara gratis kepada tujuh kelompok pada 21 Juli 2026,” katanya.

Heri menjelaskan, empat kelompok tani di Kecamatan Tanjung Raya menerima bantuan sebanyak 950 kilogram benih untuk meme­nuhi kebutuhan budidaya di lahan seluas 38 hektare.

Sementara itu, tiga kelompok tani di Kecamatan Palembayan memperoleh sekitar satu ton benih padi yang diperuntukkan bagi lahan pertanian seluas 40 hektare.

Baca Juga  Keluhan Warga Ditindaklanjuti, Bupati Agam Periksa Posko Damkar

Kelompok tani yang menerima bantuan merupakan pe­ne­rima yang telah terdaftar dalam Sis­tem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Sim­luhtan).

“Bantuan tersebut bersumber dari Transfer Ke Daerah (TKD) APBD Agam 2026 dengan anggaran sekitar Rp 46,8 juta,” katanya.

Menurut Heri, penyaluran benih tersebut menjadi bagian dari program pemulihan pertanian setelah sejumlah lahan terdampak bencana. Dengan tersedianya benih, petani diharapkan dapat segera kembali melakukan budidaya sehingga produktivitas lahan berangsur pulih.

Pemerintah daerah juga tidak hanya memberikan bantuan benih. Dinas Pertanian Agam telah mengusulkan bantuan pupuk untuk mendukung kebutuhan tujuh kelompok tani penerima.

Total pupuk yang diusulkan mencapai 468 ka­rung, terdiri dari 312 karung pupuk MPK dan 156 ka­rung pupuk Urea.

Baca Juga  Bupati Agam Tinjau SPPG Nagari Lambah, Pastikan Pelayanan Gizi Sesuai Standar

“Pupuk yang diusulkan terdiri atas dua jenis, yakni MPK dan Urea. Secara keseluruhan terdapat 468 karung pupuk yang masuk dalam usulan bantuan,” katanya.

Penyaluran bantuan pupuk tersebut ditargetkan dapat dilakukan sekitar September 2026. Kebutuhan anggaran untuk pengadaan pupuk diperkirakan mencapai Rp445 juta.

Heri berharap dukungan sarana produksi pertanian tersebut dapat meringankan beban petani yang lahannya terdampak bencana. Bantuan benih dan pupuk diharapkan menjadi modal awal bagi petani untuk kembali mengaktifkan lahan pertanian secara bertahap.

“Dukungan berupa benih dan pupuk tersebut diharapkan dapat membantu petani terdampak bencana dalam memulihkan kegiatan usaha tani secara bertahap,” katanya.

Program tersebut seka­ligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Agam me­ngem­balikan aktivitas pertanian masyarakat terdampak bencana. Dengan du­kungan sarana produksi, petani diharapkan dapat kembali berproduksi dan menjaga ketersediaan pangan di daerah. (jpg)