PADANG, METRO—Nelayan maupun warga, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di dekat baru grip kawasan Muaro Lasak, Selasa (11/8)
Setelah dievakuasi dan diidentifikasi, mayat yang ditemukan diketahui bernama Januardi (60), warga Jalan Perak Raya, Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi oleh Tim SAR gabungan ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Kapolsek Padang Barat AKP Nurasni mengatakan, korban pertama kali ditemukan seorang nelayan yang hendak pergi memancing sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, saksi melihat tubuh seorang laki-laki terapung di sekitar batu grip Muaro Lasak.
“Saat saksi hendak pergi memancing sekitar pukul 03.00 WIB, ia melihat mayat seorang laki-laki sudah terapung di batu grip,” kata AKP Nurasni, Selasa (11/8).
AKP Nursani menambahkan, Setelah melihat temuan tersebut, saksi kemudian memberitahukan warga sekitar. Informasi penemuan jenazah selanjutnya dilaporkan melalui Call Center Polresta Padang.
“Saat petugas tiba, warga telah mengevakuasi jenazah ke daratan di bawah jembatan Muaro Lasak. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Padang,” ujar AKP Nursani.
Menurut AKP Nursani, dari hasil pemeriksaan di TKO, ditemukan luka lecet pada kaki kanan korban. Selain itu, mulut korban juga ditemukan mengeluarkan buih.
“Tim kemudian melakukan identifikasi terhadap korban. Dari hasil identifikasi, korban diketahui merupakan Januardi, warga Kelurahan Kampung Jao,” tutur dia.
Sementara itu anak korban, Aidila Fitri, ungkap AKP Nursani mengakui ayahnya sedang dalam kondisi kurang sehat sebelum kejadian. Pada malam sebelumnya, tangan korban sempat mengalami gemetar.
“Memang sedang tidak sehat. Kemarin malam tangannya menggigil, tetapi korban tetap pergi keluar rumah untuk memancing ke sana,” ulas dia.
Setelah proses olah TKP dan identifikasi selesai, pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban. Keluarga juga menolak jenazah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan visum dalam dan luar.
“Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga atas permintaan pihak keluarga. Jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka.Keluarga menerima dan mengikhlaskan meninggalnya korban. Keluarga juga menolak dilakukan visum dalam dan luar,” pungkasnya. (*)






