BERITA UTAMA

Cegah Keracunan, Kepala BGN Sudaryono Larang Siswa Bawa Pulang MBG

×

Cegah Keracunan, Kepala BGN Sudaryono Larang Siswa Bawa Pulang MBG

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Murid membawa MBG

JAKARTA, METROBadan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan peserta didik untuk mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai waktu dan tempat yang ditentukan. Selain itu, tidak membawa pulang makanan MBG ke rumah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan bahwa ma­kanan MBG yang dibawa pulang berpotensi me­ngalami perubahan kualitas.

Itu karena karena kondisi penyimpanan setelah makanan keluar dari pengawasan penyelenggara program.

Juga karena MBG yang dibagikan kepada siswa di sekolah selalu berupa fresh meal, yang tentu saja tidak tahan lama dan harus segera dikonsumsi.

Bahkan, ia telah meminta agar ada keterangan batas waktu makan di ompreng MBG, maksimal 4 jam setelah makanan matang. “Kami mengimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya, untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah,” ujanya, Senin (10/8).

Baca Juga  Gabungan Mubalig Dukung Nasrul Abit-Indra Catri di Pilgub

Menurut Mas Dar, sapaan akrabnya, kondisi makanan setelah dibawa pulang tidak dapat sepenuhnya dipastikan, termasuk terkait bagaimana makanan tersebut disimpan hingga akhirnya dikonsumsi.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kesehatan apabila makanan sudah mengalami kerusakan akibat penyimpanan yang tidak baik.

“Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya, yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi,” jelasnya.

Pria asal Grobogan, Jawa Tengah itu juga me­ng­ungkapkan bahwa, dalam sejumlah kasus keracunan yang ditemukan, terdapat orang tua siswa yang turut mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang ke rumah.

Baca Juga  Lima Lelaki Main Koa Pakai Taruhan

“Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan,” ungkapnya.

Karena itu, BGN meminta dukungan pihak sekolah dan tenaga pendidik untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya mengonsumsi makanan MBG sesuai ketentuan.

Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keamanan pangan sejak makanan diterima hingga dikonsumsi. “Jadi, mari kita sama-sama jaga bahwa MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi,” tegas Mas Dar. (jpg)