METRO BISNIS

Melalui Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning, PLN UIP Sumbagteng Tingkatkan Kompetensi Guru

×

Melalui Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning, PLN UIP Sumbagteng Tingkatkan Kompetensi Guru

Sebarkan artikel ini
WORKSHOP—PLN UIP Sumbagteng menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru di MTs Mu’allimin Muhammadiyah Selat Panjang.

SELATPANJANG, METRO–Peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran guru sebagai ujung tombak pembelajaran. Di tengah per­kembangan teknologi dan perubahan kebutuhan peserta didik, guru dituntut mampu menghadirkan pro­ses belajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.

Penguatan kompetensi guru pun menjadi tanggung jawab bersama. Selain pemerintah dan du­nia pendidikan, sektor swasta juga memiliki peran dalam mendukung pe­ning­katan kualitas sumber daya ma­nusia melalui berbagai program pem­berdayaan.

Berangkat dari semangat tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru: Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning untuk Mewujudkan Pembelajaran Ber­mak­­na di Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Me­ranti. Kegiatan ini diikuti oleh 50 guru di MTs Mu­’­allimin Muhammadiyah Selat Panjang

Workshop menghadirkan Dr. Riki Apriyandi Putra, S.Pd., M.Pd., dosen sekaligus praktisi pendidikan Provinsi Riau. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa transformasi pendidikan harus dimulai dari perubahan cara pandang guru terhadap proses belajar mengajar.

Baca Juga  Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan, Smartfren Unlimited Makin Lengkap dengan Promo Terbaru

Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menempatkan nilai kasih sayang, empati, dan pembentukan karakter sebagai fondasi utama pembelajaran. Sementara pendekatan Deep Learning mendorong peserta didik memahami materi secara mendalam, menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif.

Selama workshop, para peserta memperoleh materi mengenai strategi pem­belajaran yang berpusat pada peserta didik, penyusunan aktivitas belajar yang lebih interaktif, hingga penerapan asesmen yang mampu mengukur pemahaman secara komprehensif. Kegiatan juga diisi dengan diskusi dan berbagi praktik baik sehingga para guru dapat mengimplementasikan ma­teri sesuai kebutuhan di sekolah masing-masing.

Assistant Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) UIP Sumbag­teng, Muhammad Jamil, mengatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus program TJSL PLN karena memiliki dampak jangka panjang terhadap pembangunan sumber daya manusia.

“Melalui program TJSL ini, PLN UIP Sumbagteng ingin berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas para guru sebagai ujung tombak pendidikan. Kami berharap workshop ini dapat memperkaya wawa­san para pendidik sekaligus mendorong lahirnya pembelajaran yang lebih inovatif, humanis, dan bermakna bagi peserta didik,” ujar Jamil.

Baca Juga  PLN UIW Sumbar Kenalkan Motor Listrik pada Masyarakat

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi guru merupakan investasi pen­ting bagi masa depan dae­rah. Menurutnya, guru yang memiliki kapasitas baik akan melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan per­kem­bangan zaman.

“PLN percaya bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Karena itu, kami akan terus mendorong program-program TJSL yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Melalui workshop ini, PLN UIP Sumbagteng berharap para guru dapat mengimplementasikan pen­dekatan pembelajaran yang lebih inovatif, humanis, dan berpusat pada peserta didik di sekolah. Pe­ngetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan mampu mendorong terciptanya proses belajar yang lebih bermakna serta melahirkan generasi yang ber­karakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)