KINERJA Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah memimpin Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar mendapat pengakuan di tingkat nasional. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Mahyeldi meraih penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Rabu (5/8), di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat (Jabar).
Mahyeldi dinilai telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Penghargaan diserahkan Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi, S.Sos., M.Si kepada Mahyeldi saat upacara yang diikuti Praja, Dosen, Pelatih, dan Pengasuh IPDN.
Pada kesempatan itu Mahyeldi mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan IPDN atas anugerah yang diberikan. “Penghargaan ini kehormatan sekaligus amanah. Penghargaan ini bukan milik pribadi, tapi hasil kerja keras, integritas dan kolaborasi aparatur pemerintah, pemerintah kabupaten/kota, Alumni IPDN, serta dukungan masyarakat Sumbar,” ucapnya.
Penghargaan ini, tambah Mahyeldi, juga menjadi pengingat untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Keberhasilan pemerintah tidak diukur dari banyaknya program atau besarnya anggaran, tetapi dari kemampuan menghadirkan solusi, mengurangi kesenjangan, memperluas kesempatan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Aparatur sebagai wajah negara harus mampu mendengar, melayani, dan menyelesaikan persoalan secara cepat, tepat, dan berkeadilan,” tegasnya.
Di tengah tantangan yang semakin kompleks, terang Mahyeldi, pemerintah dituntut menjadi adaptif, inovatif, responsif dan kolaboratif. Aparatur tidak cukup hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi pelayanan yang nyata, dengan tetap menjunjung tinggi integritas, kompetensi, dan orientasi pelayanan.
Selain menerima penghargaan, Mahyeldi juga mendapat kehormatan memberikan pembekalan saat Audiensi dengan Praja IPDN asal pendaftaran Provinsi Sumbar, di Aula Fakultas Politik Pemerintahan IPDN.
Pada kesempatan itu, Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas kiprah Alumni APDN, STPDN, dan IPDN yang telah mengabdikan diri di berbagai posisi strategis pemerintahan, serta dinilai mampu menjaga kepercayaan negara dan masyarakat.
Mahyeldi juga menegaskan komitmen Pemprov Sumbar meningkatkan kualitas SDM aparatur melalui pendidikan lanjutan dan pengembangan kompetensi kepemimpinan. Menurutnya, menjadi pamong amanah besar, karena menentukan arah pemerintahan dan masa depan bangsa. Seorang pemimpin harus dibangun melalui rekam jejak, integritas, kompetensi, dan kepercayaan, bukan semata-mata karena jabatan.
Mahyeldi menekankan, birokrasi tulang punggung negara dan jabatan ladang pengabdian. Keberhasilan aparatur diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, ASN dituntut menjaga integritas, profesionalisme, disiplin, tanggung jawab, serta menghargai pengabdian para ASN yang telah memasuki masa purna tugas.
Dalam menghadapi perubahan zaman, Mahyeldi juga menekankan pentingnya transformasi birokrasi berbasis digital, pemanfaatan data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berorientasi pada hasil (outcome). Menurutnya, kekuatan pemerintah saat ini ditentukan kepercayaan (trust) masyarakat.
Mahyeldi juga menegaskan, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi, sinergi, dan soliditas elemen pemerintahan dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis, seperti kemiskinan, stunting, pengangguran, bencana, dan persoalan sosial lainnya. Pemimpin yang hadir di tengah masyarakat akan memperoleh kepercayaan sekaligus dukungan rakyat.
Mahyeldi mengajak para praja menjadi perekat persatuan bangsa dengan menjunjung tinggi nilai IPDN dan falsafah Minangkabau Tungku Tigo Sajarangan, serta meneladani perjuangan Bung Hatta dan tokoh-tokoh Sumbar yang berkontribusi besar lahirnya Pancasila, UUD 1945, Proklamasi Kemerdekaan dan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).
Mahyeldi juga mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran, menjauhi kesombongan, serta membangun integritas sejak masa pendidikan. Menurutnya, kemampuan memimpin diuji ketika menghadapi persoalan, bukan saat situasi berjalan normal. Sebagai daerah rawan bencana, Sumbar membutuhkan aparatur yang tanggap, adaptif, mampu mengambil keputusan secara cepat, serta siap hadir melayani masyarakat dalam setiap kondisi.
Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi, S.Sos., M.Si mengatakan, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah sebagi Alumni Kehormatan IPDN, sosok yang patut memperoleh penghargaan. Beliau menurutnya, telah berhasil memimpin daerah dan mendapatkan kepercayaan serta dukungan masyarakat Sumbar.
“Selama memimpin, beliau telah menunjukkan kepemimpinan yang mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik. Termasuk dalam penanganan berbagai persoalan di daerah, seperti bencana yang dapat ditangani dengan cukup baik,” ucapnya.
Hadir bersama rombongan Mahyeldi, Ketua IKAPTK Provinsi Sumbar, Drs. Martias Wanto, Staf Ahli Gubernur, Drs. Jasman Rizal, MM, Asisten I Provinsi Sumbar, Ahmad Zakri, S.Sos., M.Si, Kepala DPMPTSP Sumbar, Drs. Luhur Budianda, M.Si, Kepala Satpol PP Sumbar, Irwan, S.Sos., MM.
Juga hadir Kepala Bappeda Sumbar, DR. Zefnihan, A.P., M.Si, Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Mursalim, A.P., M.Si, Kepala Bapenda Sumbar, Al Amin, S.Sos., MM, Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar, Dr. H. Andree Harmadi Algamar, S.STP., S.H., M.Si., M.Han, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto, S.E., M.Si.(AD.ADPSB)






