PADANG, METRO— Warga kawasan Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dihebohkan dengan penemuan mayat tanpa identitas yang kondisinya tak lagi utuh dan membusuk di tepi sungai, Minggu (30/8) sekitar pukul 12.00 WIB.
Dari rekaman video yang beredarm terlihat posisi mayat tergeletak pasrah di dalam aliran air sungai. Tubuh mayat tersebut tampak berada di antara aliran dan bebatuan sungai. Kondisi fisik mayat juga sangat memprihatinkan karena sudah mengalami pembusukan dan beberapa bagian tubuhnya mulai rusak.
Meski mayat tersebut sudah membusuk, tapi masih mengenakan pakaian lengkap. Terlihat pada bagian bawah masih melekat celana berbahan jeans. Sedangkan badannya juga terpasang baju. Polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian korban.
Setelah baeberapa jam usai ditemukan, Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi mayat dari lokasi. Mayat tersebut dimasukkan ke dalam kantong lalu digotong beramai-ramai melewati medan yang cukup sulut. Menjelang magrib, proses evakuasi pun selesai. Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang untuk pemeriksaan lanjutan.
Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino, membenarkan adanya laporan penemuan mayat di aliran Sungai Bangek. Menurutnya, mayat pertama kali ditemukan oleh pemuda yang sedang mencari ikan di kawasan tersebut lalu dilaporkan ke Polsek.
“Kami langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Tim Identifikasi dan Ianfis dari Polresta Padang juga datang untuk memeriksa jenazah maupun olah TKP,” kata Kompol Afrino kepada wartawan.
Kompol Afrino menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan usia, jenis kelamin mapun penyebab kematian mayat yang ditemukan tersebut. Pasalnya, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari Tim Dokter Forensik RS Bhayangkara.
“Kami masih fokus mengumpulkan bukti petunjuk awal sekaligus memintai keterangan dari saksi-saksi. Kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, silahkan datang ke RS Bhayangkara untuk mengeceknya,” tutur Kompol Afrino.
Terpisah, Kepala Kantor SAR Padang sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik mengatakan, pihaknya menerima informasi mengenai penemuan mayat dari Polsek Koto Tangah pada pukul 15.01 WIB. Laporan disampaikan oleh Ipda Ridwan dari Polsek Koto Tangah.
“Penemuan mayat pertama kali diketahui warga lalu kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Polsek Koto Tangah. Setelah menerima laporan, Polsek Koto Tangah menghubungi Kantor SAR Padang untuk meminta bantuan dalam proses evakuasi,” ucapnya.
Merespons laporan itu, kata Abdul Malik, enam personel tim rescue Kantor SAR Padang yang dipimpin Riko Likardo diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 15.15 WIB. Lokasi penemuan mayat berada pada perkiraan koordinat 0°47’28.89″S – 100°22’16.78″T. Dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, lokasi tersebut berjarak sekitar 4,56 kilometer berdasarkan garis lurus.
“Tim rescue kemudian tiba di posko pada pukul 15.52 WIB. Setibanya di sana, personel berkoordinasi dengan unsur-unsur SAR lainnya yang telah terlibat dalam penanganan kejadian,” ungkap Abdul Malik.
Setelah koordinasi dilakukan, kata Abdul Malik,Tim SAR gabungan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju titik penemuan mayat. Perjalanan tersebut dilakukan untuk mencapai lokasi yang menjadi titik ditemukannya korban.
“Sekitar pukul 16.20 WIB, tim akhirnya sampai di lokasi penemuan. Sesampainya di titik tersebut, petugas langsung melakukan proses evakuasi terhadap mayat untuk dibawa menuju posko. Setelah sampai di posko, mayat dibawa ke RS Bhayangkara menggunakan ambulans,” ulas AbdulMalik.
Abdul Malik memastikan, hingga proses evakuasi dilakukan, identitas korban masih belum diketahui. Penanganan penemuan mayat tersebut melibatkan sejumlah unsur yaitu satu personel TNI, 20 personel Polri, delapan personel BPBD Kota Padang, lima personel PMI, serta satu personel ambulans Rumah Zakat.
“Masyarakat juga turut terlibat dalam proses penanganan dengan jumlah sekitar 40 orang. Dengan demikian, proses evakuasi di lokasi melibatkan unsur petugas dan masyarakat dalam jumlah cukup besar. Dalam pelaksanaan operasi, tim menggunakan sejumlah peralatan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi. Peralatan tersebut terdiri atas rescue car, peralatan mountenering, peralatan medis, peralatan komunikasi, serta peralatan SAR lainnya. Setelah mayat berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara, pada pukul 18.10 WIB dilakukan debriefing untuk mengakhiri operasi pencarian,” tutupnya. (*)






