BUKITTINGGI, METRO—Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar lomba baca puisi bagi pelajar tingkat SD dan SMP di Perpustakaan Umum Syafruddin Prawiranegara, Minggu (30/8).
Kegiatan tersebut diikuti 40 peserta, terdiri atas 23 pelajar SD dan 17 pelajar SMP dari Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, lomba ini juga diarahkan sebagai ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat, minat dan keberanian tampil di depan publik.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba baca puisi memiliki nilai positif karena dapat menjadi media untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa sekaligus menanamkan semangat kemerdekaan kepada generasi muda.
“Untuk kegiatan ini bukan hanya sebatas lomba, tapi kami yakin dan percaya bahwa SMSI dan panitia ingin menyuguhkan kepada anak-anak kita ini sejarah yang sangat baik berkenaan dengan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” katanya.
Ia menilai kegiatan seni seperti lomba baca puisi dapat menjadi sarana untuk memperkuat rasa nasionalisme, kebangsaan dan patriotisme di kalangan pelajar.
“Dari kegiatan ini diharapkan tumbuh dan berkembang rasa nasionalisme, rasa kebangsaan dan rasa patriotisme dalam jiwa anak-anak kami yang kami banggakan ini,” ujarnya.
Ibnu berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan. Menurutnya, pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan tidak hanya berlangsung melalui proses pembelajaran formal di sekolah, tetapi juga dapat dilakukan melalui kegiatan kreatif yang dekat dengan dunia anak.
Sementara itu, Ketua SMSI Kota Bukittinggi, Roni Novendra, mengatakan lomba tersebut merupakan bagian dari kepedulian organisasi terhadap pengembangan potensi dan kreativitas generasi muda.
Menurut Roni, SMSI ingin hadir tidak hanya sebagai organisasi yang menaungi perusahaan media siber, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui kegiatan pendidikan, sosial dan pengembangan kreativitas.
“Kami ingin SMSI bukan hanya dikenal sebagai organisasi yang bergerak di bidang media, tetapi juga bisa hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat, khususnya dalam bidang pendidikan, kreativitas dan pengembangan generasi muda,” katanya.
Ia menambahkan, pelajar membutuhkan ruang untuk mengasah kemampuan di luar pembelajaran formal. Kegiatan seni, salah satunya lomba baca puisi, dinilai dapat melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi dan kepercayaan diri.
“Anak-anak kita tidak hanya membutuhkan pendidikan di dalam kelas. Mereka juga perlu ruang untuk tampil, berkreasi, berani berbicara dan berani berdiri di depan orang banyak,” ujarnya.
Dalam perlombaan tersebut, para peserta membawakan puisi bertema perjuangan dan kemerdekaan dengan beragam ekspresi, intonasi serta penghayatan. Penampilan para pelajar pun mendapat sambutan antusias dari penonton.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas, keberanian serta kemampuan tampil di hadapan masyarakat, sekaligus mengenalkan kembali nilai-nilai perjuangan dan kemerdekaan kepada generasi muda. (pry)






