BERITA UTAMA

Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Gabung Tentara Rusia, Masyarakat Diimbau Waspada Iming-iming Penipuan

×

Intelijen Ukraina Ungkap 8 WNI Gabung Tentara Rusia, Masyarakat Diimbau Waspada Iming-iming Penipuan

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang.

JAKARTA, METRO–Dokumen berisi data 8 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diungkap oleh Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina menjadi sorotan. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mencium gelagat penipuan dan meminta masyarakat hati-hati terhadap tawaran dengan iming-iming tertentu.

Menurut Juru Bicara (Jubir) Kemlu Yvonne Mewengkang, saat ini informasi tersebut masih ditelusuri oleh instansinya melalui jejaring di luar dan dalam negeri. Jika terverifikasi, dia memastikan langkah tersebut adalah keputusan individu yang tidak bisa dikaitkan dengan tindakan Indonesia sebagai negara.

“Indonesia tetap konsisten mendorong penyelesaian damai konflik Rusia–Ukraina serta menegaskan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional,” kata dia pada Senin (31/8).

Yvonne mengimbau agar seluruh masyarakat Indonesia selalu waspada dan berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di wilayah konflik atau tawaran yang berpotensi melibatkan mereka dalam kegiatan militer negara asing. Sebab, ada konsekuensi hukum yang bahkan bisa menghilangkan status sebagai WNI.

Baca Juga  Menbud Fadli Zon Tetapkan 26 Juli sebagai Hari Puisi

“Termasuk konsekuensinya terhadap status kewarganegaraan. Penerapan ketentuan tersebut didasarkan pada fakta yang telah terverifikasi dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” terang dia.

Selain melakukan penelusuran, Pemerintah Indonesia juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, atau perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya. Jika ada WNI yang menjadi korban dalam proses tersebut, Pemerintah Indonesia akan mengambil langkah untuk memberikan pelindungan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina membeber data 8 WNI yang disebut telah bergabung dengan tentara Rusia. Namun, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan tak ada informasi terkait hal itu.

Berdasar informasi dari laman https://szru.gov.ua/en/news-media/news/the-kremlin-is-looking-for-new-cannon-fodder-on-the-islands-of-indonesia, disampaikan bahwa Rusia terus merekrut tentara asing untuk berperang melawan Ukraina.

Baca Juga  8 Bangunan Diamuk Si Jago Merah

Tentara asing tersebut ditempatkan di garda depan. Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina mengklaim sudah mendapatkan dokumen 8 Warga Negara Indonesia (WNI) yang direkrut dan masuk dalam jajaran tentara Rusia.

“Iming-iming gaji tinggi, tugas non-kombatan, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik orang-orang yang sering kali tidak tahu ke mana mereka sebenarnya akan dikirim,” bunyi keterangan itu.

Dalam keterangan yang sama, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina menyebut Indonesia bukan satu-satunya negara asal tentara asing Rusia. Beberapa direkrut dari Nepal, Kuba, Kenya, hingga India.

“Sebagian besar dari mereka berakhir di garis depan tanpa pelatihan apa pun, dan beberapa di antaranya tewas dalam beberapa minggu pertama,” lanjut keterangan itu. (jpg)