SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Tingkatkan Produksi Hidroponik di Sijunjung, UNP KenalkanTeknologi Sensor IoT

×

Tingkatkan Produksi Hidroponik di Sijunjung, UNP KenalkanTeknologi Sensor IoT

Sebarkan artikel ini
TEKNOLOGI SNSOR— Universitas Negeri Padang (UNP) saat mengenalkan teknologi sensor pH dan TDS berbasis Internet of Things (IoT) kepada Kelompok Tani Tunas Harapan di Nagari Kampung Dalam, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO-Universitas Negeri Padang (UNP) mengenalkan teknologi sensor pH dan TDS berbasis Internet of Things (IoT) kepada Kelompok Tani Tunas Harapan di Nagari Kampung Dalam, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupa­ten Sijunjung, Jumat (28/8) kemarin.  Kegiatan ini mengangkat tema “Implementasi Sensor pH dan TDS Berbasis IoT dalam Meningkatkan Produksi Tanaman Hidroponik” dan merupakan bagian dari Program Pengabdian Integrasi Nagari UNP.

Kordinator Program Studi Agroteknologi, Santi Diana Putri, S.Si., M.Si., menyampaikan kegiatan itu diikuti oleh kelompok tani. “Sekitar 20 anggota kelompok tani mengikuti kegiatan ini yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan hingga Desember 2026, dengan fokus pada budidaya tanaman pakcoy hidroponik,” tuturnya.

Baca Juga  Empat Ahli Waris Terima Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan,  Guna Membantu Perekonomian Ahli Waris

Kegiatan itu dipimpin oleh Dr.Resti Fevria, S.TP., M.P., bersama anggota tim dari dosen Program Studi Agroteknologi Departemen Agroindustri FMIPA UNP. Roni Jarlis, S.Si., M.Pd., selaku narasumber memberikan edukasi dan sosialisasi me­ngenai fungsi serta penerapan sensor pH dan TDS pada sistem hidroponik rakit apung.

Sensor pH membantu memantau tingkat keasaman larutan nutrisi, sedangkan sensor TDS mengukur konsentrasi zat terlarut yang dibutuhkan tanaman.

“Data hasil pemantauan dapat diakses melalui telepon seluler sehingga petani dapat mengawasi dan mengendalikan kondisi nutrisi secara lebih mu­dah, cepat, dan akurat,” terang Santi Diana Putri.

Penerapan teknologi ini, lanjutnya, diharapkan dapat mengurangi kesalahan dalam pengelolaan nutrisi, meningkatkan keseragaman pertumbuhan pakcoy, serta mendukung pe­ning­katan produktivitas hidroponik Kelompok Tani Tunas Harapan.  Peserta juga diperkenalkan cara membaca data sensor dan mengoperasikan sistem IoT pada instalasi hidroponik rakit apung. “Tim pengabdian akan melanjutkan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi hingga Desember 2026,” ujarnya.

Baca Juga  Selama MTQ di Padangpanjang, Tak Satupun Anggota DPRD Sijunjung Kunjungi Kafilah

Program ini diharapkan men­jadi langkah nyata dalam memperkuat pertanian berbasis teknologi sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat Nagari Kampung Dalam. UNP menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Pa­dang atas dukungan dan pendanaan yang memungkinkan kegiatan pengabdian ini terlaksana. (ndo/rel)