PESSEL METRO— Sering dijadikan tempat transaksi jual beli sabu, Tim Satresnarkoba Polres Pesisir Selatan (Pessel) menggerebek salah satu rumah kontrakan di kampung Pasar Surantih, Nagari Surantih, Kecamatan Sutera, Senin (11/8).
Hasilnya, petugas menangkap pria berstatus residivis berinisial DY yang baru saja bebas dari penjara. Dari pelaku, turut diamankan barang bukti berupa dua paket sabu saat penggeledahan di rumah kontrakan dan satu paket sabu serta satu paket ganja ketika penggeledahan di rumah orang tuanya.
Kapolres Pesisir Selatan AKBP Ricky Ricardo melalui Kasat Narkoba Polres Pessel AKP Hardi Yasmar mengatakan, kasus tersebut terungkap berkat adanya laporan dari masyarakat yang resah dengan maraknya transaksi narkoba di kawasan itu.
“Dari informasi awal, kami langsung menurunkan tim opsnal Satresnarkoba Polres Pessel melakukan penyelidikan dan pe_ngintaian ke rumah kontrakan di Kampung Pasar Surantih, Kecamatan Sutera,” kata AKP Hardi Yasmar, Selasa (11/8).
Dijelaskan AKP Hardi Yasmar, setelah dipastikan adanya narkoba di dalam rumah, tim langsung melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap pelaku DY tanpa perlawanan.
“Disaksikan warga setempat, kami melakukan penggeledahan dan menemukan dua paket sabu yang terbungkus dalam plastik klip bening. Tim berusaha mengorek keterangan dari pelaku hingga didapatkan informasi kalau pelaku masih menyimpan sabu di rumah orang tuanya,” tutur AKP Hardi Yasmar.
Mendapat pengakuan itu, ungkap AKP Hardi Yasmar, tim bergerak ke kediaman orang tua pelaku dan melakukan penggeledahan di sana hingga ditemukan lagi satu paket sabu yang dibungkus plastik bening dan satu paket ganja,” tuturnya.
Lebih lanjut, kata AKP HardiYasmar, di hadapan saksi-saksi, pelaku dari mengakui barang tersebut adalah miliknya dan berada dalam penguasaan tersangka. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa dan diamankan ke Mapolres Pesisir Selatan untuk pengusutan lebih lanjut.
“Pelaku ini b erstatus residivis kasus yang sama. Bahkan ia baru beberapa bulan bebas dari penjara. Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringannya,” pungkas dia. (rio)






