OLAHRAGA

Tidak Pindah Tim, Max Verstappen Pilih Bertahan di Red Bull hingga Tahun 2030

×

Tidak Pindah Tim, Max Verstappen Pilih Bertahan di Red Bull hingga Tahun 2030

Sebarkan artikel ini
BERTAHAN— Max Verstappen bertahan di Red Bull hingga 2030.

MAX VERSTAPPEN a­k­hirnya memastikan masa depannya di Formula 1. Pembalap asal Belanda itu memperpanjang kontrak­nya bersama Red Bull hingga akhir musim 2030. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi me­ngenai kemungkinan Verstappen pindah tim atau bahkan meninggalkan a­jang Formula 1.

Menariknya, keputusan untuk bertahan ternyata tidak datang dengan mu­dah. Verstappen mengaku sempat lebih dekat dengan opsi pensiun dibandingkan pindah ke tim lain.

Pernyataan itu disampaikan Verstappen dalam konferensi pers menjelang Grand Prix Belanda di Zandvoort. Ia menjelaskan bahwa perubahan regulasi mesin Formula 1 pada mu­sim 2026 sempat membu­atnya mempertanyakan masa depan. “Saya lebih dekat untuk pensiun daripada pindah tim,” ujar Verstappen.

Regulasi mesin baru memang menjadi salah satu sumber persoalan bagi Verstappen. Pemba­lap empat kali juara dunia tersebut merasa karakter mesin hybrid generasi terbaru membuat pengalaman mengemudi menjadi kurang menyenangkan.

Salah satu masalah yang paling dirasakan a­dalah pengelolaan energi. Pembalap harus terus me­lakukan pemulihan energi untuk mengisi baterai, sementara tenaga listrik juga harus digunakan secara strategis sepanjang balapan.

Situasi tersebut bahkan membuat mobil kehilangan tenaga dalam jumlah besar di trek lurus ketika baterai mulai kehabisan energi. Bagi Verstappen, kondisi itu mengurangi kesenangan dalam mengemudikan mobil Formula 1.

Baca Juga  Villarreal Vs Barcelona, Hujan Gol, Barca Menang 4-3

Setelah GP Jepang, Verstappen sempat secara terbuka mempertanyakan apakah dirinya masih me­nikmati olahraga tersebut. Ia bahkan membandingkan kehidupan sebagai pembalap dengan kesempatan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan teman.

Namun, situasi perlahan berubah. Formula 1 dan FIA mulai melakukan se­jumlah penyesuaian terhadap regulasi mesin untuk mengurangi persoalan tersebut.

Mulai 2028, porsi tenaga dari mesin pembakaran internal akan ditingkatkan menjadi sekitar 60 persen, sementara tenaga listrik berada di kisaran 40 persen. Perubahan itu diharapkan membuat karakter mo­bil lebih sesuai dengan keinginan para pembalap.

Verstappen mengaku dirinya juga mulai beradaptasi dengan kondisi baru tersebut. Setelah melakukan pembicaraan dengan pihak Formula 1 dan FIA, ia melihat ada perkembangan positif.

“Saya mencintai balapan. Saya pikir kami perlahan bergerak menuju sesuatu yang semakin baik,” kata Verstappen.

Selain regulasi yang berlaku saat ini, pemba­hasan mengenai mesin generasi berikutnya juga ikut memengaruhi keputusan Verstappen. Ada kemungkinan mesin V8 kem­bali digunakan mulai 2031, meski bentuk akhirnya ma­sih dalam pembahasan.

Setelah persoalan regulasi mulai menemui titik terang, Verstappen kemudian harus memilih antara bertahan di Red Bull atau mencari tantangan baru.

Baca Juga  Suarez segera Kembali Bantu Barcelona

Mercedes disebut men­jadi salah satu tim yang tertarik mendapatkan jasanya. McLaren juga sempat melakukan pembicaraan. Namun, Verstappen akhirnya memilih te­tap bersama Red Bull.

Hubungan yang sudah terjalin lama menjadi salah satu alasan utama. Verstappen juga merasa Red Bull memberikan kebeba­san untuk menjalani aktivitas balap di luar Formula 1, termasuk tampil di Nürburgring 24 Hours.

Faktor tersebut membuat Verstappen merasa nyaman berada di Red Bull. Ia juga memiliki hubungan terbuka dengan principal tim, Laurent Mekies.

Meski performa Red Bull belum maksimal pada musim 2026 dan Verstappen belum meraih keme­nangan hingga menjelang GP Belanda, kepercayaan terhadap tim rupanya te­tap kuat.

Kontrak baru tersebut kabarnya tetap memberikan Verstappen sejumlah kendali terhadap masa depannya, termasuk kemungkinan meninggalkan tim jika target performa yang disepakati tidak tercapai.

Namun, untuk saat ini, Verstappen memilih bertahan. “Saya selalu mengatakan bahwa target saya adalah mengakhiri karier di tim ini. Kami semakin dekat dengan tujuan tersebut,” ujar Verstappen.

Dengan kontrak hingga 2030, Verstappen kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan era panjangnya bersama Red Bull se­kaligus mengejar gelar juara dunia berikutnya. (jpg)