PADANG, METRO—RS Dr. M. Djamil Padang mencatat tonggak baru dalam pengembangan layanan neurovaskular dengan melakukan operasi bypass STA-MCA (Superficial Temporal Artery–Middle Cerebral Artery) untuk pertama kalinya.
Tindakan tersebut juga disebut menjadi yang pertama dilakukan di wilayah Sumatera Bagian Tengah. Direktur Utama (Dirut) RS Dr. M. Djamil, Dovy Djanas mengatakan, tindakan tersebut menjadi momentum penting dalam pengembangan pelayanan neurovaskular di rumah sakit rujukan tersebut.
“Hari ini (kemarin) menjadi momentum luar biasa dan tonggak sejarah baru dalam pelayanan neurovaskular di rumah sakit kita,” ujar Dovy.
Menurut Dovy, pelaksanaan operasi bypass STA-MCA merupakan bentuk komitmen RS Dr. M. Djamil Padang dalam mendukung transformasi layanan primer dan rujukan yang digagas Kementerian Kesehatan, khususnya dalam mempercepat pengembangan jejaring pengampuan penanganan penyakit stroke dan vaskular otak.
Tindakan operasi tersebut secara khusus dilakukan untuk menangani seorang pasien anak laki-laki berusia 5 tahun yang didiagnosis mengalami giant aneurisma ICA dextra atau aneurisma raksasa pada arteri karotis interna kanan.
Kondisi tersebut telah menimbulkan gangguan aliran darah ke otak yang ditandai dengan hemiparesis dextra, yakni kelemahan pada sisi kanan tubuh.
Dovy menjelaskan, kondisi aneurisma raksasa pada pasien anak membutuhkan penanganan khusus karena dapat berdampak terhadap tumbuh kembang dan kondisi kesehatan pasien dalam jangka panjang.
Operasi revaskularisasi melalui teknik bypass STA-MCA dilakukan untuk membantu menyediakan kembali aliran darah ke jaringan otak. Tindakan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan otak akibat terganggunya suplai darah serta menekan risiko komplikasi serius yang berkaitan dengan aneurisma.
Pelaksanaan operasi kompleks tersebut tidak dilakukan secara mandiri. RS Dr. M. Djamil Padang mendapatkan pendampingan dari RS Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, selaku Koordinator Nasional Jejaring Pengampuan Layanan Stroke.
Dovy menyampaikan apresiasi kepada RS PON atas pendampingan dan transfer pengetahuan yang diberikan kepada tim medis RS Dr. M. Djamil Padang.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi tim rumah sakit, terutama dalam bidang mikrosurgeri dan layanan neurovaskular.
“Terima kasih atas komitmen, pendampingan, serta bimbingan yang berkelanjutan dalam mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman mikrosurgeri kepada tim medis RSUP Dr. M. Djamil Padang,” katanya.
Operasi perdana bypass STA-MCA tersebut didampingi langsung oleh tim proctor dari RS PON. Pendampingan ini menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas layanan agar RS Dr. M. Djamil Padang semakin mampu menangani kasus neurovaskular kompleks secara mandiri.
Dovy berharap pelaksanaan operasi bypass STA-MCA perdana ini menjadi langkah awal menuju kemandirian RS Dr. M. Djamil Padang dalam menyediakan layanan bedah saraf dan neurovaskular tingkat lanjut.
Terpisah melalui sambungan Zoom Meeting, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi peningkatan kemampuan pelayanan RS Dr. M. Djamil Padang. Menurutnya, penguatan layanan stroke dan pembuluh darah otak penting agar masyarakat di wilayah Sumatera tidak harus dirujuk ke daerah yang jauh.
“Kalau ada stroke, harus ditangani cepat. Tidak mungkin kita merujuk pasien terlalu jauh,” terang Menkes.
Ia berharap kemampuan RSUP Dr. M. Djamil Padang terus berkembang sehingga dapat menjadi rumah sakit pengampu bagi pelayanan neurovaskular di wilayah Sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung.
Budi juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui pemeriksaan atau screening, sehingga penyakit pembuluh darah dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
“Semoga pendampingan ini menjadi awal dari kemandirian RS Dr. M. Djamil Padang dalam menghadirkan layanan neurosurgikal tingkat lanjut bagi seluruh masyarakat di Sumatera Barat dan Sumatera Bagian Tengah,” tutupnya. (rom)






