AGAM — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) terus mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Siaga Bencana PLN 2026, PLN menyerahkan bantuan perlengkapan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Program yang mengusung tema “Srikandi Siaga Bencana: Penguatan Peran Perempuan sebagai Penggerak Ketangguhan Desa” ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam upaya membangun ketangguhan masyarakat. Program tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 5: Kesetaraan Gender, melalui peningkatan peran dan kapasitas perempuan dalam menghadapi risiko bencana.
Kegiatan serah terima tersebut turut dihadiri Camat Palembayan Endrisasman, Iwan Arif Setiyawan Manager UPP Sumbagteng 2, Asisten Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIP Sumbagteng Muhammad Jamil, serta unsur pemerintah kecamatan dan masyarakat Nagari Salareh Aia. Dalam kegiatan tersebut, PLN menyerahkan sejumlah perlengkapan yang dapat digunakan untuk mendukung kesiapsiagaan dan penanganan awal ketika terjadi kondisi darurat.
Bantuan yang diserahkan berupa Tas Siaga, megafon, tenda pleton, tandu lipat, cangkul, serta berbagai perlengkapan pendukung kebencanaan lainnya. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan masyarakat dalam melakukan tindakan awal saat menghadapi kondisi darurat.
Mewakili PLN UIP Sumbagteng, Iwan Arif Setiyawan, Manager UPP Sumbagteng 2, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian PLN sekaligus dukungan terhadap upaya masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Melalui program Srikandi Siaga Bencana ini, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin siap dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana. Bantuan yang diserahkan diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kesiapsiagaan dan penanganan kondisi darurat di lingkungan masyarakat,” ujar Iwan.
Menurut Iwan, ketangguhan sebuah wilayah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat perlu berjalan beriringan dengan dukungan sarana kesiapsiagaan.
Sementara itu, Asisten Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIP Sumbagteng Muhammad Jamil mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan ruang yang lebih besar kepada perempuan agar dapat berperan aktif dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
“Program ini kami hadirkan untuk memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ketangguhan desa. Sejalan dengan TPB/SDGs Tujuan 5 tentang Kesetaraan Gender, kami ingin perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki kapasitas dan peran aktif dalam kesiapsiagaan bencana,” kata Muhammad Jamil.
Ia menambahkan, perempuan memiliki posisi strategis karena perannya yang dekat dengan keluarga dan lingkungan masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki perempuan diharapkan dapat diteruskan kepada anggota keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
“Ketika perempuan memiliki kesiapan dan pengetahuan yang baik, dampaknya dapat dirasakan lebih luas. Harapannya, semangat kesiapsiagaan ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi terus diterapkan dan ditularkan kepada keluarga serta masyarakat,” tambahnya.
Apresiasi terhadap program tersebut disampaikan Camat Palembayan Endrisasman. Ia menilai dukungan PLN melalui program Desa Siaga Bencana dapat membantu masyarakat memiliki sarana yang lebih memadai dalam menghadapi potensi bencana.
“Bantuan dan dukungan seperti ini sangat berarti bagi masyarakat. Dengan adanya perlengkapan kesiapsiagaan, masyarakat akan lebih siap melakukan tindakan awal ketika bencana terjadi,” ujar Endrisasman.
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam kesiapsiagaan bencana juga menjadi hal penting karena perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga maupun lingkungan. Perempuan dapat menjadi pengingat, penyampai informasi, sekaligus penggerak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko bencana.
Melalui program Srikandi Siaga Bencana, PLN UIP Sumbagteng berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara PLN, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana.
Lebih dari sekadar bantuan sarana, program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mendorong perempuan untuk mengambil peran sebagai penggerak kesiapsiagaan di tingkat keluarga dan masyarakat. Dengan perempuan yang semakin berdaya dan masyarakat yang semakin siap, ketangguhan desa dapat dibangun secara bersama-sama.(*)






