OLAHRAGA

Pelatnas Esports Asian Games 2026 Terapkan Sport Science

×

Pelatnas Esports Asian Games 2026 Terapkan Sport Science

Sebarkan artikel ini
KUALIFIKASI— Tim nasional esports Indonesia nomor Identity V beraksi dalam babak kualifikasi Asian Games 2026 di Singapura, Senin (1/6/2026).

JAKARTA, METROTim Nasional (Timnas) Esports Indonesia mene­rapkan pendekatan sport science dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) sebagai persiapan meng­hadapi Asian Games 2026.

Tim tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis permainan, tetapi juga kondisi fisik, nutrisi, kesehatan, dan mental atlet.

Manajer Timnas Esports Indonesia Glorya Famiela mengatakan persiapan atlet dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan mereka berada dalam kondisi optimal saat menghadapi pertan­dingan.

“Untuk pelatnas sendiri bukan hanya strength and conditioning. Untuk sisi nonteknis itu biasa kita memanfaatkan sport science. Jadi bukan hanya strength and conditioning, fisik harus bugar, tetapi ada dari sisi nutrisi, makan dijaga juga, terus ada psi­kolog kita juga untuk menjaga psikisnya, mental,” kata Glorya.

Selain dukungan psi­kolog, tim pelatnas juga menyiapkan tenaga medis yang terdiri atas satu dokter dan satu perawat. Ke­duanya bertugas men­dam­­pingi atlet sekaligus memastikan kondisi kesehatan selama menjalani program latihan.

Baca Juga  Indonesia Juara Umum Badminton Sea Games 2025, Raih 3 Emas, 3 Perak, dan 4 Perunggu

Glorya mengatakan pen­dekatan tersebut menjadi bagian dari sistem pendukung yang disiapkan agar atlet dapat menjalani pelatnas secara maksimal menjelang Asian Games.

Untuk Asian Games, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) me­nyiapkan 34 atlet dan tujuh pelatih yang akan turun dalam delapan nomor per­tandingan.

Indonesia mengikuti Honor of Kings (HOK), Identity V, Naraka: Bladepoint, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), PUBG Mobile (PUBGM), eFootball, Gran Turismo, dan Pokemon UNITE.

“Memang kalau dari kita, kita ingin bukan hanya game-game yang tenar saja yang kita berangkatkan. Kita juga pengen semuanya memberikan ke­sempatan untuk menjadi timnas,” kata Glorya.

Ia menyebut gim seperti Naraka dan Identity V mendapat apresiasi setelah berhasil lolos kualifikasi, sementara Pokemon memiliki rekam jejak kompetitif yang cukup baik karena para pemainnya kerap mencapai podium atau setidaknya lolos ke babak playoff.

Baca Juga  MotoGP Aragon 2024, Bagnaia Ditunggu Torehan Lorenzo dan Stoner

Competitive Martial Arts (CMA) tidak masuk dalam daftar akhir kebe­rangkatan setelah melalui hasil evaluasi Tim Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI).

Di sisi lain, Glorya mengatakan pelaksanaan pelatnas dilakukan secara mandiri dengan dukungan dari internal tim dan sejumlah sponsor.

Dukungan pemerintah, menurut dia, sejauh ini difokuskan pada kebutuhan keberangkatan, kepula­ngan, tiket, dan akomodasi selama kontingen berada di Jepang.

Meski esports belum menjadi cabang olahraga prioritas, Glorya optimistis timnya dapat berkontribusi terhadap target perolehan medali Indonesia pada Asian Games 2026.

“Kami yakin sesuai targetnya dari Kemenpora kemarin, emasnya empat untuk seluruh cabang. Kita bisa membantu mendong­krak itu dari sisi esports,” ujar Glorya.

Ia berharap keberhasilan meraih medali nantinya dapat menjadi pembuktian bahwa esports memi­liki potensi untuk turut memberikan kontribusi terhadap prestasi olahraga Indonesia di tingkat internasional. (jpg)