LEICESTER CITY kembali menghadapi situasi pelik di luar lapangan. Klub yang pernah mengejutkan dunia dengan menjuarai Premier League pada musim 2015/2016 itu kini dikabarkan tengah ditawarkan kepada calon investor.
Menariknya, nilai Leicester City disebut tidak terlalu jauh dari biaya transfer Alexander Isak. Menurut laporan The Sun yang mengutip The Athletic, keluarga Srivaddhanaprabha selaku pemilik klub menginginkan sekitar £222 juta untuk keseluruhan portofolio Leicester.
Namun, nilai kesepakatan sebenarnya diperkirakan bisa berada di kisaran £148 juta. Jika terealisasi pada angka tersebut, harga Leicester hanya sedikit lebih mahal dibandingkan transfer Isak ke Liverpool yang mencapai £130 juta dan menjadi rekor transfer Inggris.
Informasi mengenai valuasi Leicester tersebut disebut tercantum dalam sebuah dokumen yang disusun Citigroup. Bank investasi global itu kabarnya telah membuat brosur untuk ditawarkan kepada sejumlah calon investor.
Dokumen tersebut diberi nama Project Lineup. Isinya tidak hanya membahas tim utama Leicester, tetapi juga berbagai aset yang dimiliki klub.
Beberapa di antaranya adalah tim wanita, akademi, King Power Stadium, pusat latihan Seagrave, hingga Belvoir Drive. Klub asal Belgia, OH Leuven, yang masih memiliki hubungan dengan Leicester, juga tercantum dalam daftar aset.
Situasi tersebut cukup berbeda jika dibandingkan dengan kondisi Leicester ketika mereka mencapai puncak kejayaan hampir satu dekade lalu.
Pada musim 2015/2016, Leicester secara mengejutkan keluar sebagai juara Premier League.
Dengan status sebagai tim yang sebelumnya tidak diunggulkan, keberhasilan tersebut menjadi salah satu kisah paling terkenal dalam sejarah sepak bola Inggris.
Namun, perjalanan Leicester setelah itu justru berbalik drastis. Klub mengalami kemerosotan hingga akhirnya harus turun ke League One.
Masalah finansial menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi The Foxes.
Dalam sejumlah laporan keuangan sejak 2021, Leicester tercatat mengalami kerugian besar. Kerugian terakhir bahkan mencapai £71,1 juta.
Leicester juga sempat mendapat hukuman pengurangan enam poin dari English Football League (EFL) pada Februari lalu karena pelanggaran regulasi finansial.
Sebelumnya, klub juga menghadapi dakwaan dari Premier League terkait Profitability and Sustainability Rules (PSR) untuk periode hingga musim 2023/2024.
Meski kondisi klub sedang tidak ideal, Leicester tetap memiliki aset bernilai tinggi. Berdasarkan valuasi 2025, portofolio properti klub disebut mencapai sekitar £204 juta.
King Power Stadium diperkirakan bernilai £74 juta, sementara pusat latihan Seagrave memiliki valuasi sekitar £121 juta. Adapun Belvoir Drive ditaksir mencapai £9 juta.
Leicester juga memiliki lahan di sekitar King Power Stadium yang sebelumnya dibeli dengan harga £11,6 juta.
Lahan tersebut sempat disiapkan untuk proyek pengembangan stadion, tetapi rencana itu akhirnya dihentikan setelah Leicester terdegradasi dari Premier League pada 2023.
Kini, masa depan Leicester berada di persimpangan. Jika proses penjualan terealisasi, pemilik baru akan mendapat pekerjaan besar untuk membangkitkan klub yang pernah menjadi juara Premier League tersebut dari keterpurukan. (jpg)






