OLAHRAGA

Revolusi Sepak Bola Belanda!, Xavi Hernandez Ditunjuk Jadi Pelatih Kepala hingga 2030

×

Revolusi Sepak Bola Belanda!, Xavi Hernandez Ditunjuk Jadi Pelatih Kepala hingga 2030

Sebarkan artikel ini
KONTRAK JANGKA PANJANG— Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Belanda dengan kontrak jangka panjang hingga 2030.

XAVI HERNANDEZ res­mi ditunjuk sebagai pelatih kepala baru Timnas Belanda untuk menggantikan Ronald Koeman setelah Oranje tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Pelatih berusia 46 tahun itu mendapat kontrak jang­ka panjang hingga 2030, dengan tugas membawa Belanda menghadapi dua turnamen besar sekaligus, yakni Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.

KNVB resmi memper­kenalkan Xavi Hernandez sebagai nakhoda baru Timnas Belanda setelah melalui proses pencarian pe­latih yang cukup panjang.

Legenda Barcelona itu akan memimpin Oranje dalam proyek jangka panjang yang dirancang hingga 2030, sekaligus menjadi sosok pen­ting dalam upaya memba­ngun era baru se­telah kepergian Ronald Ko­eman.

Koeman meninggalkan kursi pelatih setelah Belanda tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 me­lawan Maroko.

Pergantian tersebut membuat KNVB memilih nama besar dengan pengalaman di level tertinggi, sekaligus sosok yang dinilai punya kedekatan kuat dengan filosofi sepak bola Belanda.

Kontrak hingga 2030 membuat Xavi tidak hanya diproyeksikan untuk satu siklus kompetisi.

Mantan gelandang Barcelona tersebut akan me­nangani Belanda menuju Euro 2028 yang digelar di Inggris Raya dan Irlandia, kemudian melanjutkan pro­yeknya hingga Piala Dunia 2030.

Penunjukan Xavi juga menghadirkan catatan historis tersendiri bagi Timnas Belanda.

Pria asal Catalunya itu menjadi pelatih asing ke-21 yang dipercaya menangani Oranje, sekaligus pelatih asing pertama sejak Ernst Happel dari Austria menduduki posisi tersebut pada periode 1977 hingga 1978.

Artinya, KNVB kembali mengambil keputusan besar dengan memberikan kepercayaan kepada pe­latih dari luar negeri setelah hampir lima dekade.

Baca Juga  Thom Haye, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Direkrut Como 1907

Xavi akan membawa staf kepelatihan pilihannya sendiri, meski KNVB tetap mempertahankan unsur domestik yang kuat dalam struktur teknis tim nasio­nal.

Pilihan tersebut sekaligus memperlihatkan arah baru yang ingin dibangun KNVB melalui sosok Xavi.

Pengalaman sebagai pemain elite dan pelatih di level tertinggi menjadi mo­dal penting untuk mengembangkan skuad Belanda sekaligus menjaga identitas permainan yang selama ini melekat pada Ora­n­je.

Xavi Hernandez mengaku memiliki hubungan emosional dengan sepak bola Belanda, terutama filosofi Total Football yang menjadi salah satu warisan terbesar negara tersebut.

Latar belakangnya di akademi Barcelona membuat Xavi merasa nilai-nilai permainan yang ber­kem­bang di Belanda memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan kariernya.

“Saya merasa sangat terhormat menjadi pelatih tim nasional Belanda. Sebagai seseorang yang di­didik di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khu­sus dengan sepak bola Belanda,” ujar Xavi.

Kedekatan itu tidak ber­henti pada filosofi permainan, karena Xavi juga menyebut sejumlah pelatih Belanda yang berpengaruh dalam perkembangannya.

Louis van Gaal menjadi salah satu figur penting karena memberi Xavi ke­sempatan menjalani debut bersama Barcelona, sedangkan Frank Rijkaard turut membentuk dirinya sebagai pemain sekaligus pelatih.

“Kamu bisa mengatakan saya sedikit seperti anak dari sepak bola Belanda. Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal dan Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih,” kata Xavi.

Xavi menegaskan kemenangan tetap menjadi tujuan utama selama me­mimpin Timnas Belanda.

Baca Juga  Rekor Fantastis Mbappe

Namun, ia ingin kesuksesan tersebut diraih melalui permainan yang men­cerminkan karakter sepak bola Belanda sekaligus bisa dinikmati para pendukung Oranje.

“Tentu saja, tujuan pa­ling penting adalah dan akan selalu menjadi kemenangan, tetapi saya lebih memilih melakukannya dengan cara yang men­cerminkan karakteristik tersebut dan bisa dinikmati orang-orang,” tutur Xavi.

Ia menilai Belanda memiliki potensi besar sekaligus fondasi kuat yang bisa dikembangkan dalam pro­yek jangka panjang hingga 2030.

KNVB juga melihat pengalaman Xavi di level elite sebagai alasan utama di balik keputusan tersebut.

Direktur Sepak Bola Profesional KNVB Marianne van Leeuwen menyebut Xavi memiliki pengalaman di level tertinggi sepak bola internasional, baik ketika masih menjadi pemain maupun saat berkarier sebagai pelatih.

“Dengan Xavi, kami mendatangkan seseorang yang mengetahui level absolut tertinggi sepak bola internasional sebagai pemain dan pelatih,” ujar Van Leeuwen.

Pernyataan itu menegaskan ekspektasi besar KNVB kepada Xavi sejak awal masa kerjanya bersama Oranje.

Direktur teknis KNVB Nigel de Jong turut menyambut kedatangan Xavi dengan optimisme.

Mantan gelandang Ma­nchester City tersebut menilai setiap siklus baru mem­butuhkan sudut pandang segar untuk menentukan arah, kebutuhan tim, serta sosok pelatih nasional yang paling sesuai.

Dengan kontrak hingga 2030, Xavi Hernandez kini memiliki waktu panjang untuk membentuk Timnas Belanda sesuai visinya.

Tantangan pertamanya adalah menyatukan filosofi Total Football dengan pen­dekatan modern yang ia bawa, sebelum menguji hasil proyek tersebut di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. (jpg)