Alahan Panjang, 15 Agustus 2026 – Di tengah hamparan lahan bawang merah Alahan Panjang yang menjadi salah satu sentra hortikultura Sumatera Barat, listrik tak lagi sekadar menjadi sumber penerangan, tetapi turut menjadi energi penggerak produktivitas petani. Menjawab kebutuhan tersebut, PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat melalui PLN UP3 Solok memperkuat kolaborasi bersama petani bawang melalui kegiatan Customer Gathering & Sharing Knowledge on Electrifying Onion Fields di Alahan Panjang, Selasa (11/8), yang diikuti sekitar 100 peserta.
Kegiatan ini turut memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan sektor pertanian. Hadir dalam kegiatan tersebut Senior Manager Niaga UID Sumbar, Muhammad Arif Fikri, beserta tim, Manager PLN UP3 Solok, Hariani, beserta tim, dan Manager ULP Kayu Aro. Dukungan stakeholder sektor pertanian, termasuk Dinas Pertanian Kabupaten Solok dan PISPI Sumbar, turut memperkuat peluang pengembangan program elektrifikasi pertanian di kawasan komoditas hortikultura Sumatera Barat.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara PLN, PLN Energi Services (PLN ES), dan para petani untuk mengenalkan pemanfaatan listrik yang lebih produktif di sektor pertanian. Diskusi difokuskan pada penerapan teknologi kelistrikan untuk mendukung aktivitas budidaya bawang merah, termasuk penggunaan Light Trap sebagai perangkap hama otomatis dan Sprinkler System berbasis listrik untuk membantu pengelolaan lahan secara lebih efektif.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, mengatakan bahwa elektrifikasi sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan listrik yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi produktivitas dan kesejahteraan.
“Kami ingin listrik hadir semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan. Bagi para petani, listrik dapat menjadi energi produktif yang membantu meningkatkan efisiensi, mendukung kualitas hasil pertanian, dan memperkuat keberlanjutan usaha. Karena itu, PLN terus membuka ruang kolaborasi untuk menghadirkan solusi kelistrikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Ririn.
Dalam sesi sharing knowledge, PLN bersama PLN ES memaparkan peluang pemanfaatan teknologi kelistrikan di lahan pertanian. Penggunaan Light Trap dan Sprinkler System listrik diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia dan biaya operasional BBM untuk genset pompa air. Berdasarkan pemaparan dalam kegiatan tersebut, pemanfaatan teknologi ini berpotensi menekan biaya operasional pembelian pestisida/insektisida hingga sekitar 40–50 persen serta mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen.
Tak berhenti pada penyampaian informasi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana PLN untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan tantangan petani di lapangan. PLN UP3 Solok bersama PLN ES melakukan pemetaan kebutuhan melalui kuesioner kepada para petani champion yang hadir. Berbagai aspirasi disampaikan, mulai dari tingginya biaya BBM untuk operasional genset pompa air hingga kebutuhan pengendalian hama yang aktif pada malam hari.
Masukan tersebut menjadi data penting bagi PLN untuk menyusun kebutuhan pengembangan layanan kelistrikan di sektor pertanian. Hasil pemetaan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Tim Niaga PLN UP3 Solok dan unit layanan setempat sebagai pipeline permohonan Pasang Baru (PB) dan Penambahan Daya (PD) Electrifying Agriculture secara bertahap sesuai kebutuhan pelanggan.
Selain solusi teknologi, para petani juga mendapatkan informasi mengenai skema penyediaan paket peralatan kelistrikan dari PLN ES dengan pilihan investasi dan pencicilan. Skema tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi petani untuk mengadopsi teknologi kelistrikan tanpa memberikan beban besar terhadap arus kas usaha tani.
Bagi PLN, pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki peluang besar untuk meningkatkan pemanfaatan listrik produktif. Ketika energi listrik digunakan untuk mendukung pompa air, pengendalian hama, hingga teknologi pertanian lainnya, manfaatnya tidak berhenti pada bertambahnya konsumsi listrik, tetapi ikut mendorong efisiensi biaya, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing usaha masyarakat.
PLN terus memastikan energi listrik dapat tumbuh bersama aktivitas ekonomi masyarakat. Dari lahan pertanian Alahan Panjang, komitmen tersebut diwujudkan dengan menghadirkan solusi energi yang relevan dengan kebutuhan petani, agar listrik tidak sekadar menerangi, tetapi juga menghidupkan produktivitas, memperkuat usaha, dan membuka peluang kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Barat.






