AGAM, METRO— Kerangka manusia yang diduga merupakan korban bencama banjir bandang atau galodo pada akhir November 2025, ditemukan di areal ladang jagung di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa siang (25/8).
Kondisi kerangka manusia tersebut tertimbun material tanah. Tim SAR gabungan yang selanjutnya mengevakuasi tulang belulang manusia yang ditemukan itu dari dalam tanah lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang untuk mengungkap identitasnya.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa penemuan kerangka manusia ini bermula dari laporan warga setempat yang diterima oleh BPBD Agam pada Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 13.40 WIB. Mendapatkan informasi tersebut, Unit Pencarian dan Pertolongan Agam langsung mengerahkan 6 personel rescue menuju lokasi kejadian (LKP) pada pukul 14.15 WIB.
“Tim rescue tiba di lokasi pada pukul 15.16 WIB, berkoordinasi dengan unsur yang terlibat, dan langsung melaksanakan proses evakuasi mayat dari lokasi penemuan,” ujar Abdul Malik.
Menurut Abdul Malik, proses evakuasi berjalan lancar tanpa adanya kendala berarti di lapangan. Seluruh rangkaian evakuasi selesai pada pukul 15.45 WIB.
“Korban yang hingga kini belum teridentifikasi langsung dibawa ke RSUD Lubuk Basung untuk diserahkan kepada tim DVI (Disaster Victim Identification) guna proses identifikasi lebih lanjut. Kerangka tersebut informasinya sudah dibawa ke RS Bhayangkara Padang,” tambahnya.
Setelah evakuasi selesai, kata Abdul Malik, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 16.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
“Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi lintas instansi, di antaranya Unit Siaga SAR Agam sebanyak 7 personel, unsur TNI 1 personel, Polri 3 personel, PMI 2 personel, Camat Palembayan, Wali Nagari, serta Wali Jorong setempat. Berbagai peralatan pendukung seperti Rescue Car, peralatan mountenering, medis, dan komunikasi dikerahkan untuk memastikan kelancaran operasi,” tutur dia.
Terpisah, Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, tengkorak dan tulang belulang tersebut ditemukan sekira pukul 14.00 WIB. Tengkorak dan tulang belulang ditemukan pertama kali oleh warga setempat, saat hendak membersihkan ladang jagung.
“Ditemukan pertama kali oleh warga bernama Syaifullah saat hendak membersihkan ladang jagungnya. Setelah penemuan tersebut, warga melaporkan ke perangkat nagari dan langsung menghubungi tim SAR gabungan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Kelompok Siaga Bencana (KSB),” kata Ahmad Fauzi.
Ahmad Fauzi menambahkan, tengkorak dan tulang belulang ditemukan di pinggir sungai, di lokasi bekas banjir bandang akhir November 2025 lalu.Tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan di ladang jagung warga itu meliputi bagian badan hingga kepala.
“Mulai dari tengkorak kepala, tulang leher, tulang dada dan punggung. Sedangkan bagian lainnya masih dilakukan pencarian. Bagian tulang panggul, tangan dan kaki belum bertemu. Kemungkinan masih terkubur di lokasi, atau berada di lokasi lain,” jelasnya.
Selain tulang belulang dan tengkorak, kata Ahmad Fauzi, juga ditemukan sebuah jaket berwarna kuning, kombinasi biru. Lalu pada bagian, terdapat corak berwarna merah. Kemudian, di lokasi kerangka tersebut, petugas juga menemukan baju kaos oblong berwarna hitam bermotif.
“Jaket dan kaos ini masih terpasang di badannya, karena tukang badan ditemukan di dalamnya. Untuk jenis kelaminnya belum diketahui.Tapi melihat bentuk tengkorak nya, itu orang sudah dewasa,” kata dia.
Kapolsek Palembayan, Iptu Andrio Saputra, menyebut usai penemuan kerangka manusia tersebut, langsung dibawa ke RSUD Agam. Namun setelah itu, kerangka manusia kemudian dibawa ke RS Bhayangkara di Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Setelah penemuan kita bawa ke RSUD Agam, dibawa lagi ke RS Bhayangkara Polda Sumbar di Padang. Hasil identifikasi terkait identitas korban belum keluar hingga hari ini. Kami mengaku masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut, hingga hasilnya keluar di RS Bhayangkara Padang,” pungkasnya. (*)






