PASAMAN, METRO— Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan setiap pengendara untuk mencegah risiko kecelakaan. Karena itu, PT Hayati Pratama Mandiri selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Sumatera Barat terus mengkampanyekan pentingnya keselamatan berkendara melalui edukasi Safety Riding kepada generasi muda.
Dalam kegiatan edukasi Safety Riding yang digelar di SMKN 1 Lubuk Sikaping, Kamis (20/8), Honda Hayati membagikan tips sederhana kepada para pelajar mengenai cara menjaga jarak aman saat berkendara dengan menggunakan metode hitungan 3 detik.
Tips tersebut disampaikan oleh Benarivo De Frize selaku Instruktur Safety Riding PT Hayati Pratama Mandiri. Menurutnya, menjaga jarak aman sangat penting agar pengendara memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pengereman atau mengambil tindakan apabila kendaraan di depannya tiba-tiba berhenti atau mengalami perubahan kecepatan.
“Menjaga jarak aman sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Salah satunya dengan menggunakan metode 3 detik. Cara ini bisa membantu pengendara memperkirakan apakah jaraknya dengan kendaraan di depan sudah cukup aman,” ujar Benarivo.
Benarivo menjelaskan, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan pengendara untuk menerapkan metode 3 detik tersebut.
Pertama, pengendara dapat menjadikan benda yang berada di pinggir jalan, seperti pohon atau tiang listrik, sebagai titik patokan.
Kedua, ketika kendaraan yang berada di depan sudah melewati atau sejajar dengan titik patokan tersebut, pengendara mulai melakukan hitungan dengan menyebutkan “1001, 1002, 1003.”
Ketiga, apabila kendaraan kita baru mencapai titik patokan tersebut setelah hitungan selesai sampai “1003”, maka jarak dengan kendaraan di depan dapat dikatakan sudah berada pada jarak yang lebih aman.
“Jadi prinsipnya sederhana. Ketika kendaraan di depan kita sudah sejajar dengan pohon atau tiang listrik sebagai patokan, kita mulai menghitung 1001, 1002, 1003. Kalau kendaraan kita baru sampai di titik tersebut setelah hitungan selesai, berarti kita sudah memberikan jarak yang cukup dengan kendaraan di depan,” jelas Benarivo.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi jalan, cuaca, kepadatan lalu lintas dan kecepatan kendaraan dapat memengaruhi kebutuhan jarak pengereman. Oleh karena itu, pengendara tetap harus menyesuaikan jarak dengan kondisi yang dihadapi dan tidak hanya terpaku pada satu metode.
“Semakin tinggi kecepatan dan semakin buruk kondisi jalan atau cuaca, tentunya kita harus memberikan jarak yang lebih jauh. Yang paling penting adalah selalu memberikan ruang untuk bereaksi dan melakukan pengereman dengan aman,” tambahnya.
Edukasi mengenai jarak aman ini diberikan kepada para pelajar sebagai bagian dari kampanye #Cari_Aman Honda, sekaligus mendorong generasi muda untuk membangun kebiasaan berkendara yang aman dan bertanggung jawab sejak dini.
Melalui edukasi Safety Riding yang dilakukan secara berkelanjutan, Honda Hayati berharap para pelajar tidak hanya memahami teori keselamatan berkendara, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.
“Keselamatan berkendara bukan hanya tentang bagaimana kita sampai di tujuan, tetapi bagaimana kita bisa sampai dengan selamat. Hal-hal sederhana seperti menjaga jarak aman bisa menjadi kebiasaan yang sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” tutup Benarivo. (rom)






