SOLOK, METRO— Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Solok, berupaya memperkuat budaya literasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi, Evaluasi dan Pengumpulan Data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Perpustakaan se-Kota Solok.
Kepala DPK Kota Solok, Herman menekankan bahwa perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan harus mampu berkembang sebagai pusat pembelajaran dan sumber informasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perpustakaan harus terus kita dorong agar semakin berkualitas, baik dari sisi pengelolaan, layanan maupun ketersediaan datanya. Data yang akurat sangat penting karena menjadi dasar bagi kita dalam mengevaluasi dan menyusun program pengembangan perpustakaan ke depan,” ujar Herman.
Menurutnya, pengumpulan data IPLM memiliki peran strategis untuk melihat perkembangan literasi sekaligus kondisi dan keberadaan perpustakaan di Kota Solok. Karena itu, para pengelola perpustakaan sekolah diharapkan dapat menyampaikan data yang benar, lengkap, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengelola perpustakaan dapat memahami pentingnya pengelolaan data dan administrasi perpustakaan. Jangan sampai perpustakaannya sudah berjalan dengan baik, tetapi datanya tidak terdokumentasi dengan baik,” lanjutnya.
Selain menjadi sarana sosialisasi dan pengumpulan data, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan DPK Kota Solok untuk mengevaluasi secara langsung kondisi dan perkembangan pengelolaan perpustakaan sekolah. Evaluasi dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas layanan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan berbagai kendala yang dihadapi para pengelola perpustakaan.
“Bagi perpustakaan sekolah, data yang lengkap dan tertib menjadi salah satu unsur penting dalam menggambarkan aktivitas serta kontribusi perpustakaan terhadap proses pembelajaran dan peningkatan minat baca peserta didik,” jelasnya.
DPK Kota Solok tegasnya, juga mendorong para pengelola perpustakaan agar tidak hanya berfokus pada pengelolaan koleksi, tetapi turut menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu menarik minat siswa untuk datang dan memanfaatkan perpustakaan. “Kita ingin perpustakaan benar-benar hidup. Ada aktivitas, ada layanan, ada koleksi yang dimanfaatkan, dan yang paling penting perpustakaan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan literasi dan kualitas pendidikan,” kata Herman. (vko)






