BERITA UTAMA

Ibu-Ibu di Tampunik Kinali jadi Korban Pengeroyokan, Polisi Buru Pelakunya

×

Ibu-Ibu di Tampunik Kinali jadi Korban Pengeroyokan, Polisi Buru Pelakunya

Sebarkan artikel ini
PENGEROYOKAN— Tim dari Polsek Kinali mendatangi TKP Pengeroyokan.

PASBAR, METROPolsek Kinali bergerak cepat menindaklanjuti laporan masya­rakat terkait dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama atau penge­ro­yokan di Tampunik, Nagari Mudik Labuah, Kecamatan Kinali, Ka­bupaten Pasaman Barat.

Hal itu dibuktikan de­ngan datangnya Tim­ Polsek Kinali ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan dari saksi-saksi. Hingga kini, Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti hingga menangkap para pelakunya.

“Petugas mendapat la­poran dari masyarakat melalui layanan hotline bebas pulsa 110, terkait adanya dugaan peristiwa penganiayaan,” kata Ka­polres Pasbar AKBP Agung Tribawanto, melalui Ka­polsek Kinali AKP Feri Yu­zaldi, Jumat (10/4).

Dikatakan AKP Feri, menindaklanjuti laporan dari masyarakat, personel Polsek Kinali langsung ber­gerak cepat ke TKP untuk meredam konflik agar tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas yang lebih luas di tengah masyarakat.

“Sewaktu personel Pol­sek Kinali sampai di TKP, diduga para pelaku maupun pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut sudah tidak berada di lokasi, dan situasi Kamtibmas terdapat aman dan kondusif,” ungkapnya.

Diterangkan AKP Feri, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (7/4), sekitar pukul 21.00 WIB di rumah korban bernama Muharnis (56) yang berada di Tampunik Nagari Mudik Labuah, Kecamatan Kinali.

Baca Juga  Operasi Sikat, Pelaku Ditangkap di Agam

“Beberapa orang mendatangi rumah korban dan kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban SL (54) dan beberapa orang lainnya. Kita akan selidiki motif dari penge­royokan ini,” jelas AKP Feri.

Atas kejadian itu, kata AKP Feri, korban telah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pasbar, dengan Laporan Polisi No­mor:LP/B/81/IV/2026/SPKT/Polres Pasbar/Polda Su­matera Barat, tanggal 8 April 2026.

“Korban telah di visum dan perkara tersebut sedang dalam proses penyidikan di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasbar ,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kapolres Pasbar, AKBP Agung Tribawanto mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan masing-masing.

“Jika ada gangguan Kamtibmas, segera melaporkan ke Mapolsek terdekat maupun Polres Pasbar, atau bisa melalui layanan hotline 110 ,” imbaunya.

Aksi pengeroyokan terhadap sejumlah ibu-ibu di Tampuniak ini viral di media sosial. Salah satu yang akun yang mempostingnya yaitu @Info_Lintassumbar.

Baca Juga  Densus 88 Tangkap 9 Terduga Teroris di Sumbar

Selain memposting video yang memperlihatkan adanya pengeroyokan, juga ada narasi yang me­nyebuit kejadiandipicu kon­flik tanah warisan ini diduga melibatkan lima orang pria sebagai pelaku.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, peristiwa bermula saat sejumlah ibu-ibu berkumpul untuk berdiskusi mengenai pergeseran batas tanah (sempa­dan) yang tida sesuai ke­sepakatan. Namun, situasi memanas ketika sekelompok pelaku datang mencari saudara laki-laki dari ibu-ibu tersebut sembari meneriakkan ancaman pem­­bunuhan.

Karena orang yang dicari tidak berada di rumah, para pelaku melampiaskan ama­rahnya dengan me­nge­royok ibu-ibu yang ada di lokasi. Mirisnya, aksi ini bukan yang pertama kali. Pihak keluarga mengung­kapkan bahwa kejadian serupa sudah terjadi sebanyak empat kali, bahkan sebelumnya pernah ada ancaman menggunakan senjata jenis airsoft gun.

“Kami sudah melapor, pelaku merasa kebal hukum hinga saat ini masih berkeliaran, harapan kami pihak Polres Pasaman Barat segera menangkap para pelaku. Kalau dibiarkan, kami takut akan ada korban jiwa karena merek tidak pandang bulu, orang tua hingga anak-anak pun diancam,” ungkap salah satu anggota keluarga korban. (end)