METRO SUMBAR

Pascabencana, Bupati Eka Putra Tinjau Pengungsi dan Infrastruktur Rusak

×

Pascabencana, Bupati Eka Putra Tinjau Pengungsi dan Infrastruktur Rusak

Sebarkan artikel ini
PORAKPORANDA—Bencana banjir di Tanahdatar berakibat rumah warga porak poranda di Tanjung Emas.

TANAHDATAR, METRO Memasuki hari kedua pasca bencana banjir dan tanah longsor, Bupati Ta­nah Datar Eka Putra, SE, MM­ didampingi Ketua DPRD Anton Yondra, Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra, tinjau lokasi terdampak bencana, Kamis (14/5). Peninjauan diawali di Kecamatan Tanjung Emas. Di lokasi tersebut, Bupati bersama rombongan mengunjungi lokasi pengungsian yang berada di Kantor Camat Tanjung Emas. Bupati Eka Putra langsung berkomunikasi dengan para pengungsi guna memastikan kondisi kesehatan serta ketersediaan kebutuhan pokok me­reka.

Pada kesempatan itu, Bupati meminta camat setempat untuk terus mengoordinasikan kebutuhan para pengungsi, mulai dari makanan, pakaian hingga layanan kesehatan. Ia juga meminta tenaga kesehatan dari Puskesmas agar siaga dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga terdampak.

Selanjutnya, Bupati ber­­sama rombongan meninjau sejumlah titik bencana di Kecamatan Lintau Buo dan Lintau Buo Utara, termasuk lokasi jembatan yang hanyut di kawasan Tanjung Anau, Nagari Taluak. “Hari ini saya untuk kedua kalinya mengunjungi lokasi terdampak banjir yang terjadi pada malam tanggal 12 lalu. Saat ini saya berada di lokasi jembatan yang hanyut di kawasan Tanjung Anau, Nagari Taluak. Kita sudah mengusulkan pembangu­nan jembatan bailey dan telah berkoordinasi langsung dengan BNPB. InsyaAllah dalam waktu dekat bantuan jembatan bai­ley dari BNPB segera dipasang di lokasi ini,” ujar Eka Putra.

Baca Juga  Posyandu jadi Ujung Tombak Layanan Warga

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada ma­syarakat setempat yang secara swadaya dan bergotong royong membangun jembatan darurat agar akses masyarakat kembali dapat dilalui.

“Saya sangat salut dan bangga kepada ma­sya­rakat yang secara gotong royong membangun jembatan darurat sehingga akses kembali bisa dilalui. Selama dua hari terakhir warga sempat terisolasi. Hari ini saya sendiri me­nyeberangi sungai dengan berjalan kaki melalui jembatan sementara yang di­bangun masyarakat me­nggunakan batang kelapa,” katanya.

Selain meninjau lokasi bencana, Bupati bersama rombongan juga mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak, baik yang hanyut maupun yang mengalami kerusakan berat, sedang hingga ringan.

“Hari ini kami juga telah mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak, baik yang hanyut, rusak berat maupun rusak ringan. Untuk penanganannya, kami menawarkan dua metode. Pertama, pem­bangunan hunian te­tap terpadu dengan lahan disiapkan pemerintah dan rumah dibangun pemerintah. Kedua, pola mandiri, yakni lahan disiapkan warga sementara bangunan rumah dibantu pemerintah,” tambahnya.

Terkait kebutuhan men­desak masyarakat terdampak bencana, Bupati me­nye­butkan saat ini warga sangat membutuhkan pakaian, makanan dan sem­bako, perlengkapan bayi serta kebutuhan penerangan seperti senter dan lainnya.

Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa da­lam bencana tersebut. Namun demikian, terdapat beberapa warga yang me­nga­lami gangguan kesehatan dan telah mendapatkan penanganan dari tenaga medis.

Sementara terkait kerugian materiil, Bupati me­nye­butkan pendataan ma­sih terus dilakukan. Namun secara umum, bencana tersebut menyebabkan ratusan hektare sawah rusak, sejumlah jembatan putus, rumah hanyut dan rusak, serta ternak warga ikut hanyut terbawa banjir. Untuk mempercepat penanganan pascabencana, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga telah mendirikan posko bantuan di masing-masing kecamatan terdampak.

Baca Juga  52 Pelaku UMKM Ikuti Bimtek OSS RBA Angkatan V

“Hari ini untuk penanganan bencana di Kecamatan Lintau Buo pemerintah daerah telah mendirikan posko utama di Setangkai yang dilengkapi dapur umum dan mulai beroperasi besok. Sedangkan untuk Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting dan Lintau Buo Utara, posko bantuan berada di kantor camat masing-masing,” terangnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan dibantu satu pleton personel TNI dari Batalyon TP Pandeka Gunung Marapi untuk mempercepat proses penanganan pascabencana, terutama dalam pembersihan rumah-rumah warga dan lokasi terdampak banjir.

Lebih lanjut, Bupati me­nyampaikan bahwa bantuan awal berupa sembako, perlengkapan masak, selimut, obat-obatan dan kebutuhan lainnya juga telah mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak.

“Bantuan yang masuk memang belum seluruhnya diterima, namun pemerintah daerah sudah mulai menyalurkan bantuan melalui wali nagari maupun langsung kepada warga terdampak. Posko utama juga menjadi pusat penerimaan bantuan sebelum disalurkan kembali kepada masya­rakat,” ujarnya. Bupati menambahkan, wilayah yang mengalami dampak cukup parah meliputi Kecamatan Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting dan Tanjung Emas. Sementara dam­pak dengan kategori lebih ringan juga terjadi di Kecamatan Salimpaung dan Sungai Tarab. (ant)