AGAM/BUKITTINGGI

Wajah Baru Taman Depan DPRD Bukittinggi, Ada Tabebuya hingga Air Mancur

×

Wajah Baru Taman Depan DPRD Bukittinggi, Ada Tabebuya hingga Air Mancur

Sebarkan artikel ini
REVITALISASI TAMAN— Pengerjaan revitalisasi taman depan DDPRD Bukittinggi, sebagai bagian dari penataan wajah kota melalui konsep Integrated City Planning (ICP).

BUKITTINGGI, METROPemerintah Kota Bukittinggi mulai melakukan revitalisasi Taman Depan DPRD sebagai bagian dari penataan wajah kota melalui konsep Integrated City Planning (ICP). Kawasan yang berada di pusat aktivitas masyarakat tersebut akan ditata dengan menghadirkan tanaman hias yang disesuaikan dengan karakter lingkungan dan iklim tropis Bukittinggi.

Revitalisasi taman men­­jadi salah satu bagian dari upaya pemerintah daerah mempercantik ruang publik sekaligus menciptakan kawasan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi, Aldiasnur, mengatakan pekerjaan revitalisasi saat ini telah dimulai. Tahap awal dilakukan dengan membongkar taman lama, termasuk menebang se­jumlah pohon pinus yang berada di kawasan tersebut.

“Pembangunan yang masuk dalam konsep ICP ini, sudah mulai kita laksanakan. Tahapannya, membongkar dulu taman yang lama, termasuk pohon pinus yang ada di lokasi,” kata Aldiasnur, Rabu (26/8).

Menurutnya, pohon pinus yang selama ini tumbuh di kawasan tersebut sudah berusia cukup tua. Kondisi akar yang semakin menyebar, bahkan men­dekati badan jalan, menjadi salah satu pertimbangan dalam penataan ulang ta­man.

Selain itu, kondisi bagian dalam batang pohon yang mulai mengalami pembusukan serta buah pinus yang berpotensi ja­tuh juga menjadi perhatian karena berada di kawasan yang banyak dilalui ma­syarakat.

Baca Juga  Covid-19 Pengaruhi Pendapatan Daerah

“Karena dari segi usia, sudah cukup tua, akarnya sudah menyebar juga hingga ke jalan raya, bagian tengah dari batang pohon, ditambah lagi dengan buah pohon pinus, yang bisa membahayakan pengguna jalan. Nanti diganti dengan tanaman hias yang lebih cocok dan mendukung estetika kota,” kata Aldiasnur.

Ia menjelaskan, pe­ne­bangan pohon tua tidak hanya dilakukan di kawa­san Taman Depan DPRD. DLH Bukittinggi telah me­lakukan kegiatan serupa di sejumlah lokasi dalam tiga bulan terakhir sebagai langkah antisipasi terha­dap potensi kerusakan trotoar, jalan maupun fasilitas di sekitarnya akibat perkembangan akar pohon.

Sebagai pengganti, pemerintah daerah akan me­nanam pohon Tabebuya yang dinilai memiliki karakter akar tunggang sehingga lebih aman bagi infrastruktur di sekitarnya.

“Kita ganti dengan Pohon Tabebuya yang memiliki akar tunggang yang aman dan tidak merusak fondasi bangunan atau jalan di sekitarnya. Fungsi­nya tetap sebagai tanaman pelindung dan sebagai penambah estetika kota. Ini akan berbunga layaknya bunga sakura yang hidup di daerah dengan iklim tropis,” katanya.

Baca Juga  Bukittinggi Raih UHC Award 2026 untuk Ketiga Kalinya Cakupan JKN Capai 98 Persen

Selain penghijauan, revitalisasi juga diarahkan untuk menghadirkan desain taman yang lebih menarik dan fungsional. Dengan penataan tersebut, kawasan depan gedung DPRD diharapkan dapat menjadi salah satu ruang publik yang memperkuat estetika Kota Bukittinggi.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hi­dup DLH Bukittinggi, Hefrinal Lubis, mengatakan pekerjaan revitalisasi dijadwalkan berlangsung selama beberapa bulan.

“Kita sudah mulai pekerjaan revitalisasi taman depan DPRD sejak 20 Agustus 2026 lalu. Pohon pohon tua yang ada di lokasi, kondisinya sudah tidak layak dan fungsi sebagai pohon pelindung tidak lagi maksimal,” katanya.

Hefrinal menyebut pekerjaan tersebut berlangsung mulai 20 Agustus hingga 27 November 2026. Da­lam rancangan penataan, pohon Kamboja Fosil dan sejumlah tanaman berbunga akan menghiasi kawasan taman.

Tak hanya penghijau­an, desain baru taman juga direncanakan dilengkapi sejumlah elemen pendukung, seperti anak tangga dan air mancur.

Dengan konsep tersebut, revitalisasi Taman Depan DPRD diharapkan tidak sekadar memperbarui tampilan ruang terbuka, tetapi juga menciptakan kawasan yang lebih tertata, aman dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di pusat Kota Bukittinggi. (pry)