AGAM,METRO— Festival kebudayaan dan seni Nagari (Desa) Tabek Panjang Art Show Limo di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam berlangsung meriah dan ikut disaksikan langsung puluhan turis dari Malaysia.
Perhelatan budaya kali kelima ini diikuti ribuan masyarakat Nagari Tabek Panjang dengan penampilan atraksi budaya, ritual adat dipadu karnaval bertema hari kemerdekaan, Kamis (27/8).
“Kami mendatangkan sekitar 40 wisatawan mancanegara asal Malaysia. Ke depannya, pihak nagari berencana mengembangkan konsep paket wisata untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat,” kata kata Walinagari Tabek Panjang, Doni Suhendri.
Penampilan budaya Jawa ikut ditampilkan pertama kalinya dengan mengerahkan sekitar 150 orang peserta pawai, sementara total peserta pawai keseluruhan diperkirakan mencapai 2.000 orang.
“Festival tetap berfokus pada penampilan adat budaya lokal dengan pariwisata sebagai unsur penunjang. Nagari ini memiliki keunikan karena terdiri dari tiga jorong dengan adat dan tradisi yang berbeda-beda, sehingga disatukan menjadi tradisi adat salingka,”
Ia mengatakan Tabek Panjang Baso sebagai daerah yang heterogen dan banyak dikunjungi perantau, pihak nagari berupaya mengakomodir dan merangkul masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah.
“Festival ini didukung sepenuhnya oleh tokoh adat dan masyarakat perantauan. Respon positif diberikan oleh para niniak mamak sehingga perhelatan adat lokal bahkan penampilan budaya masyarakat kami bersuku Jawa juga dapat terselenggara dengan baik,” kata Doni.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, Andri mengapresiasi kelompok masyarakat di Tabek Panjang yang tetap utuh mempertahankan kultural adat dan budaya.
“Sesuai dengan visi misi Kabupaten Agam yang menerapkan “Adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah”, mudahan tradisi dan ritual yang ditampilkan tadi bisa diwariskan ke generasi muda,” katanya.
Turis Malaysia, Encik Syukur mengungkap ketertarikannya dengan tampilan seni budaya yang sebelumnya tidak pernah dikenal secara umum.
“Ternyata di Minangkabau (Sumatera Barat) itu banyak kekayaan budaya dan adat istiadatnya, kami baru pertama kali menyaksikan, ada benda-benda yang kuat kesatuan adatnya ditampilkan dengan hebat,” katanya.
Ia berjanji akan membawa rombongan lebih banyak di tahun berikutnya dan berharap Festival Seni Tabek Panjang dimasukkan ke dalam paket wisata mancanegara di Indonesia. (pry)






