METRO PESISIR

Mauluik Gadang, Momentum Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

×

Mauluik Gadang, Momentum Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Sebarkan artikel ini
MENARIK BUNGO LAGO— Puncak peringatan Padangpariaman Mauluik Gadang 2026, berlangsung meriah dan penuh makna di halaman Masjid Raya IKK Ali Mukhni. Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian penutupan yang tidak hanya menghadirkan nuansa religius, tetapi juga menampilkan kekayaan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun di Ranah Padangpariaman.

PDG.PARIAMAN, METRO — Puncak peringatan Pa­dangpariaman Mauluik Ga­­dang 2026, berlangsung meriah dan penuh makna di halaman Masjid Raya IKK Ali Mukhni. Ribuan masyarakat memadati lo­kasi untuk mengikuti rangkaian penutupan yang ti­dak hanya menghadirkan nuansa religius, tetapi juga menampilkan kekayaan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun di Ranah Padangpariaman.

Sejak pagi, kawasan masjid dipenuhi ma­sya­rakat yang antusias me­nyaksikan berbagai prosesi adat, mulai dari arak-ara­kan bungo lado, penerimaan jamba, tradisi badoncek, hingga penerimaan lamang. Seluruh rangkaian tersebut berpadu harmo­nis dengan lantunan ba­dikia yang menghadirkan suasana khidmat sekaligus mempererat ra­sa persaudaraan di tengah ma­sya­rakat.

Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis yang hadir bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat secara resmi menutup rangkaian Mauluik Gadang 20­26. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa bang­ga atas semangat kebersamaan masyarakat yang mampu menjaga tradisi sekaligus menjadikan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat nilai-nilai keislaman.

Baca Juga  PKK untuk Kemajuan Daerah dengan 10 Program

”Momentum Mauluik Gadang ini mari kita jadikan peringatan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW sebagai kesempatan untuk memperkuat kei­manan, mempererat ukhuwah, memperkokoh persatuan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kita ingin nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya kita dengarkan dalam bentuk tausiyah, tetapi benar-benar kita hadirkan dalam kehidupan kita,” ujar Bupati.

Menurutnya, Mauluik Gadang bukan sekadar agenda seremonial ta­hunan, melainkan ruang bersama yang menyatukan nilai agama, adat, serta budaya masyarakat Pa­dangpariaman. Tradisi ini menjadi cerminan kuatnya semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat. Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan Mauluik Gadang selama tiga hari.

”Saya menyampaikan terima kasih kepada ibu-ibu yang telah menyiapkan jamba dan membuat lamang, kepada para donatur yang telah badoncek, kepada para alim ulama, tuanku, serta panitia pelaksana. Tanpa kebersamaan dan semangat gotong royong kita semua, kegiatan ini tidak akan berjalan semeriah ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Jumat Lusa, Shalat Perdana Berjamaah di Masjid Raya

Puncak peringatan Mau­luik Gadang 2026 turut dihadiri Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis, Wakil Bupati Rahmat Hidayat, perwakilan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Ke­pendudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumatera Barat Drs. Besri Rahmad, MM, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Dr. Mukhlis, S.H., M.H., Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, unsur For­kopimda Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Padang[ariaman, Sekretaris Daerah Hendra As­wara.

Sebagai penutup, seluruh tamu dan masyarakat mengikuti makan bajamba, tradisi yang sarat makna kebersamaan, persaudaraan, dan saling berbagi. Duduk bersama tanpa memandang perbedaan menjadi simbol kuat bahwa nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu masih hi­dup dan terus mengakar di tengah masyarakat Pa­dang­pariaman. (efa)