METRO NASIONAL

Temui Jokowi, Petinggi REI Ajak ke Sumbar: Saribu Rumah Gadang, Mandeh dan Mentawai Jadi Sorotan

×

Temui Jokowi, Petinggi REI Ajak ke Sumbar: Saribu Rumah Gadang, Mandeh dan Mentawai Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Temui Jokowi, Petinggi REI Ajak ke Sumbar: Saribu Rumah Gadang, Mandeh dan Mentawai Jadi Sorotan

JAKARTA, METRO – Petinggi Realestat Indonesia (REI) sekaligus tokoh perantau asal Solok Selatan, Sumatera Barat, Bally Saputra Dt Jano Sati, menemui Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Rabu (2/9/2026).

Pertemuan tersebut dimanfaatkan Bally untuk menyerahkan undangan resepsi pernikahan putranya dengan calon menantu asal Magelang sekaligus mengundang Jokowi untuk hadir dalam acara yang dijadwalkan pada 26 September 2026 di Hotel Manohara, Candi Borobudur.

Menurut Bally, Jokowi memberikan respons positif terhadap undangan tersebut dan diharapkan dapat menghadiri resepsi pernikahan pada 26 September mendatang.

“Insyaallah beliau merespons tanggal 26 September ini bisa datang untuk acara resepsi pernikahan,” katanya.

Bally mengungkapkan, pertemuan dengan Jokowi sebenarnya baru dijadwalkan pada pekan depan. Namun, dirinya mendapat panggilan secara mendadak untuk bertemu sehingga harus datang dalam waktu yang cukup singkat.

Dalam pertemuan tersebut, Bally dan Jokowi juga sempat bernostalgia mengenai sejumlah program pembangunan di Sumatera Barat yang berkaitan dengan masa kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden.

Beberapa di antaranya adalah Kawasan Saribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan, Kawasan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, serta pembangunan Bandara Mentawai.

“Alhamdulillah, respons beliau cukup baik. Apalagi beliau pernah berjasa untuk Sumbar dari jejak rekamnya. Kami juga berbincang terkait Saribu Rumah Gadang, Mandeh Pessel dan Mentawai,” kata Bally.

Menariknya, dalam perbincangan tersebut Jokowi juga menanyakan apakah Bupati Pesisir Selatan dan Bupati Kepulauan Mentawai akan turut hadir dalam acara tersebut.

“Beliau juga tadi bertanya apakah Bupati Pessel dan Mentawai akan hadir ke resepsi,” ujar Bally.

Baca Juga  Jalan Terban ke Jurang di Nagari Koto Baru Solok Selatan Rawan Kecelakaan

Pertanyaan tersebut muncul seiring pembahasan mengenai sejumlah jejak pembangunan di Sumatera Barat, termasuk Kawasan Mandeh di Pesisir Selatan dan Bandara Mentawai.

Bally menilai hal itu menunjukkan Jokowi masih memiliki perhatian terhadap perkembangan sejumlah kawasan strategis di Sumatera Barat yang pernah menjadi bagian dari agenda pembangunan pemerintah pusat ketika dirinya menjabat sebagai Presiden.

Menurut Bally, apabila Jokowi nantinya hadir kembali ke Sumatera Barat, momentum tersebut akan memberikan dampak promosi yang luas bagi daerah.

“Kalau beliau datang nantinya tentu akan berdampak pada promosi yang luas kepada Sumbar,” ujarnya.

Selain isu pembangunan dan pariwisata, pertemuan tersebut juga membahas rancangan Undang-Undang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Bally mengatakan masyarakat Sumatera Barat, khususnya Solok Selatan, berharap Jokowi dapat kembali ke Ranah Minang untuk melihat sekaligus meresmikan hasil revitalisasi kawasan tersebut.

“Program pemugaran dan revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang ini berawal dari gagasan serta komitmen kuat Bapak Jokowi saat memimpin Indonesia. Kami sangat berharap beliau berkenan kembali ke Sumbar untuk meresmikannya,” ujar Bally.

Gagasan revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang bermula ketika Jokowi menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Padang, Sumatera Barat, pada 12 Februari 2018.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Jokowi menandatangani prasasti komitmen pemugaran Kawasan Saribu Rumah Gadang setelah melihat langsung keunikan kawasan adat serta nilai arsitektur tradisional Minangkabau yang masih terjaga di Solok Selatan.

Revitalisasi Bernilai Rp67,3 Miliar

Sebagai tindak lanjut komitmen pemerintah pusat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran melalui APBN Tahun Anggaran 2019–2020 dengan total nilai mencapai Rp67,3 miliar.

Baca Juga  BKSDA Sumbar: Lokasi Serangan Harimau di Solsel Kondusif, Pemantauan Lapangan Terus Dilakukan

Program revitalisasi tersebut mencakup sejumlah pekerjaan utama, antara lain pemugaran 33 unit rumah gadang yang mengalami kerusakan struktural.

Selain itu, pemerintah membangun Menara Songket sebagai salah satu ikon arsitektur sekaligus gardu pandang kawasan adat.

Fasilitas ruang publik juga dibangun melalui Medan Nan Bapaneh yang difungsikan sebagai arena pertunjukan seni dan budaya terbuka.

Dari sisi ekonomi masyarakat, revitalisasi turut mencakup pembangunan pusat suvenir dan sentra oleh-oleh yang diharapkan dapat mendorong aktivitas pelaku UMKM setempat.

Revitalisasi Kawasan Saribu Rumah Gadang tidak hanya diarahkan untuk menjaga kelestarian warisan budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan pariwisata berbasis budaya serta ekonomi kreatif di Sumatera Barat.

Bagi Bally dan sejumlah tokoh perantau Solok Selatan, rampungnya revitalisasi tersebut menjadi bukti sinergi antara perhatian pemerintah pusat dan kepedulian masyarakat perantauan terhadap pembangunan kampung halaman.

Berdayakan UMKM

Sementara itu, resepsi pernikahan putra Bally pada 26 September mendatang juga akan mengusung konsep gastronomi Nusantara.

Konsep tersebut dirancang dengan melibatkan dan memberdayakan pelaku UMKM, khususnya dalam penyediaan berbagai kuliner khas Nusantara.

Bally mengatakan konsep tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan keluarga, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan kekayaan kuliner Indonesia.

Pertemuan dengan Jokowi pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kembali perhatian terhadap berbagai potensi Sumatera Barat, mulai dari warisan budaya, pariwisata, infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Jef)