METRO SUMBAR

Bupati Pasaman Hadiri Batagak Panghulu, Ninik Mamak Diminta Perkuat Karakter Generasi Muda

×

Bupati Pasaman Hadiri Batagak Panghulu, Ninik Mamak Diminta Perkuat Karakter Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
HADIRI BATAGAK PANGHULU— Bupati Pasaman Welly Suhery menghadiri Batagak Panghulu Kari Ibrahim, Majo Datuak dan Tuo Bainduak di Kampuang Tangah, Nagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping, Minggu (30/8).

PASAMAN, METRO–Peran ninik mamak dinilai semakin penting da­lam membimbing anak kemenakan, terutama generasi muda, di tengah perubahan zaman. Adat dan agama harus tetap menjadi pegangan agar generasi muda memiliki karakter kuat dan tidak kehilangan pijakan nilai dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu disampaolan Bupati Pa­saman Welly Suhery saat menghadiri Batagak Panghulu Kari Ibrahim, Majo Datuak dan Tuo Bainduak di Kampuang Tangah, Nagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping, Minggu (30/8).

Buapti Welly mengatakan, Batagak Panghulu bukan sekadar prosesi adat, melainkan peneguhan a­manah kepemimpinan da­lam kaum. Seorang panghulu memiliki tanggung jawab menjaga marwah kaum, membimbing anak kemenakan, menyelesaikan persoalan secara bijaksana, serta menjadi teladan di tengah ma­sya­rakat. “Batagak Panghulu adalah peneguhan ama­nah kepemimpinan dalam kaum. Gelar yang dilewakan hari ini membawa tang­gung jawab untuk men­jaga marwah kaum, membimbing anak keme­nakan, menyelesaikan persoalan dengan bijaksana, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” tutur Bupati Welly.

Menurutnya, perubahan zaman menghadirkan tantangan yang membuat keberadaan ninik mamak semakin strategis. Anak kemenakan, khususnya generasi muda, membutuhkan arah, pegangan, dan keteladanan agar tetap memiliki karakter serta tidak kehilangan pijakan terhadap nilai adat dan a­gama. “Anak kemenakan membutuhkan arah, pegangan, dan keteladanan. Maka adat harus tetap hidup dalam keseharian, agama menjadi landasan, dan ninik mamak hadir membimbing generasi,” ujarnya.

Baca Juga  Kawasan Makam Syeh Burhanuddin Dikembangkan

Ia menyebut kekuatan kaum dan nagari berkaitan erat dengan keberlangsungan pembangunan dae­rah. Karena itu, pelestarian adat dan penguatan karakter masyarakat di­tempatkan sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Pasaman melalui program Pasaman Bangkit yang berkarakter, maju, dan berkelanjutan. “Ketika kaum kuat, nagari ikut kuat, ketika nagari kuat, pembangunan daerah memiliki landasan yang kokoh,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Welly juga menegaskan komitmen Peme­rintah Kabupaten Pasaman untuk terus memper­kuat hubungan kerja dengan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LK­AAM), ninik mamak, dan pemerintah nagari.

Ia menjelaskan, pemerintah berperan menjalankan pembangunan melalui kebijakan dan program. Sementara ninik ma­mak bertanggung jawab membina kaum dan anak kemenakan. Sinergi keduanya diperlukan untuk men­­jaga masyarakat se­kaligus memperkuat nagari. “Pemerintah menjalankan pembangunan melalui kebijakan dan program, sementara ninik ma­mak membina kaum dan anak kemenakan. Keduanya harus berjalan dalam satu arah untuk menjaga masyarakat dan memper­kuat nagari,” tuturnya.

Baca Juga  Jadi Rintisan Sekolah Unggulan, Calon Siswa Antusias Masuk SMPN 6

Kepada Kari Ibrahim, Majo Datuak dan Tuo Bainduak yang dilewakan, Bupati Welly meminta ama­nah tersebut dijalankan dengan arif, adil, dan tegas. Panghulu juga diminta mem­­bimbing anak keme­nakan, menjaga persatuan kaum, menegakkan adat dan agama, serta membangun komunikasi dengan pemerintah. “Bimbing anak kemenakan, jaga persatuan kaum, tegakkan adat dan agama, serta bangun komunikasi yang kuat dengan pemerintah,” tegasnya.

Batagak Panghulu ter­sebut turut dihadiri Camat Lubuk Sikaping bersama wali nagari se-Kecamatan Lubuk Sikaping, Ketua L­KAAM Kabupaten Pasaman beserta jajaran, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, tokoh masyarakat, panghulu yang dilewakan, pemangku adat yang di­kukuhkan, keluarga besar kaum, serta ma­sya­rakat Kampuang Tangah.

Bupati Welly berharap prosesi adat tersebut menjadi momentum untuk terus merawat adat dan memperkuat karakter ma­sya­rakat. Penguatan nilai adat dan agama, kata dia, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun Pasaman. “Ma­ri kita rawat adat, kuatkan karakter, dan satukan langkah untuk Pasaman Bangkit yang berkarakter, maju, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ped/rel)