PASAMAN, METRO–Momentum Tabligh Akbar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi sarana refleksi bagi masyarakat Kabupaten Pasaman untuk memperkuat keimanan, ukhuwah Islamiyah, serta semangat pengabdian dalam membangun daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Al Muttaqin Lubuk Sikaping, Rabu (19/8), menghadirkan Ustadz Jhonni Al Annas, M.A. sebagai penceramah. Tabligh Akbar tersebut merupakan kolaborasi KPPN Lubuk Sikaping, Majelis Taklim Al Arafah dan Wirid Kaum Hawa Masjid Agung Al Muttaqin, dengan dukungan Baznas Kabupaten Pasaman. Selain tausiah, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyaluran bantuan berupa paket sembako kepada 30 jemaah.
Bupati Pasaman Welly Suhery, S.T. mengapresiasi pelaksanaan Tabligh Akbar tersebut. Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki pesan yang saling menguatkan, yakni tentang perjuangan, keteladanan dan pengabdian.
“Momentum hari ini sangat istimewa karena kita memperingati ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut hari lahir junjungan alam Nabi Muhammad SAW yang merupakan teladan kita,” ujar Welly.
Ia mengatakan, semangat perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan harus terus diwujudkan melalui kerja nyata. Di sisi lain, keteladanan Rasulullah SAW perlu menjadi pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang beriman, berakhlak dan memiliki kepedulian sosial.
Karena itu, Welly mengajak masyarakat agar nilai-nilai yang disampaikan dalam majelis tidak berhenti sebagai pesan keagamaan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memperkuat persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
“Sebagai makhluk ciptaan Allah, mari kita selalu meneladani Rasulullah dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah,” katanya.
Menurut Welly, pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan fisik dan infrastruktur. Pembangunan manusia yang memiliki iman, akhlak, amanah dan kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemajuan Pasaman. “Peran kita berbeda, tetapi tanggung jawabnya sama: membangun manusia Pasaman,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala KPPN Lubuk Sikaping Syahrawi Munthe, S.Mn., SST., M.Ak. berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat menjadi landasan dalam menjalankan amanah pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia juga berharap pembangunan Kabupaten Pasaman terus diarahkan melalui tata kelola pemerintahan yang adil dan transparan sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam tausyiahnya, Ustadz Jhonni Al Annas menekankan bahwa ukhuwah Islamiyah tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah, memperbanyak doa dan menjaga hubungan silaturahmi. “Kalau ingin ukhuwah Islamiyah terjadi dengan baik, minimal ada tiga hal yang harus diperbaiki, yaitu ibadah, doa, dan hubungan silaturahmi,” tuturnya.
Ia mengingatkan, ketekunan dalam beribadah harus berjalan beriringan dengan kebersihan hati dan akhlak yang baik. Perbedaan yang muncul di tengah masyarakat maupun lingkungan masjid, katanya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus silaturahmi ataupun menimbulkan permusuhan.
Tabligh Akbar tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala KPPN Lubuk Sikaping, Ketua Baznas Kabupaten Pasaman, Camat Lubuk Sikaping, Ketua Yayasan Insan Kamil Pasaman (Yasinkapas), Ketua Majelis Taklim Al Arafah, Pembina Wirid Kaum Hawa, jajaran kepala OPD, ASN serta masyarakat umum.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Melalui momentum tersebut, diharapkan semangat kemerdekaan, keteladanan Rasulullah SAW dan ukhuwah Islamiyah dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi kekuatan moral dalam membangun Kabupaten Pasaman yang beriman, berakhlak dan sejahtera.(ped/rel)






