AGAM/BUKITTINGGI

Setelah Teror Warga, Harimau Sumatra Masuk Kandang Jebak BKSDA di Palupuh

×

Setelah Teror Warga, Harimau Sumatra Masuk Kandang Jebak BKSDA di Palupuh

Sebarkan artikel ini
TERTANGKAP— Seekor harimau Sumatra yang sebelumnya membuat warga resah akhirnya berhasil diamankan setelah masuk ke dalam kandang jebak yang dipasang BKSDA Sumbar di Kampuang Tengek, Jorong Palimbatan, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

AGAM, METROSeekor harimau Su­matra yang sebelumnya membuat warga resah akhir­nya berhasil diamankan setelah masuk ke da­lam kandang jebak yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat di Kampuang Tengek, Jorong Palimbatan, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

Harimau tersebut masuk ke kandang jebak pada Selasa (11/8) malam, hanya sekitar satu jam setelah perangkap dipasang oleh petugas. Keberhasilan pe­nangkapan ini menjadi lang­kah awal untuk mengevakuasi satwa liar tersebut dari kawasan permukiman warga.

Kepala Balai Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan harimau yang tertangkap merupakan individu yang sebelumnya diduga berkeliaran di sekitar permukiman dan meresahkan masyarakat.

“Harimau ini masuk kandang jebakan itu ku­rang lebih satu jam usai kami memasang kandang jebak di lokasi tersebut,” katanya, Rabu (12/8).

Menurut Ade, pema­sangan kandang jebak dilakukan setelah seekor harimau betina yang masih berusia remaja menerkam kambing milik warga bernama Afkir Soni (45), Minggu (9/8).

Baca Juga  Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100% Pascabencana

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan pemerintah nagari kepada BKSDA Sumbar. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan, mulai dari verifikasi lapangan, meminta keterangan pemilik ternak hingga mencari jejak dan tanda-tanda keberadaan harimau.

“Usai mendapatkan la­poran, petugas BKSDA Sumbar langsung turun ke lokasi melakukan penanganan,” katanya.

Ade menjelaskan, lokasi kemunculan harimau berada cukup dekat dengan aktivitas masyarakat. Bahkan, kawasan tersebut berada di sekitar permukiman warga serta tidak jauh dari SDN 10 Angge Palimbatan dan SMPN 1 Palupuh.

Kondisi tersebut membuat penanganan harus dilakukan secara cepat dan terukur untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar. BKSDA Sumbar kemudian berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan upaya evakuasi.

Petugas bersama Tim Patroli Anak Nagari (Pagari), TNI, Polri dan pemerintah nagari memasang kandang jebak di lokasi yang tidak jauh dari kandang kambing milik warga yang sebelumnya diterkam harimau.

Kandang jebak dipa­sang sekitar pukul 18.30 WIB. Tidak lama kemudian, petugas menerima informasi dari Wali Jorong Palimbatan bahwa penjaga SDN 10 Angge Palimbatan mendengar suara pintu kandang jebak tertutup.

Baca Juga  Bahas Ranperda LKN dan LAN, Bupati Agam Temui Niniak Mamak

“Baru sampai di lokasi penginapan, Wali Jorong Palimbatan melaporkan bahwa penjaga SDN 10 Angge Palimbatan mendengar pintu kandang turun,” ujar Ade.

Mendapat informasi tersebut, petugas segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi kandang. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui harimau tersebut memang telah masuk ke da­lam perangkap.

“Mendapatkan laporan, kami langsung ke lokasi untuk memastikan dan ternyata harimau sudah masuk kandang. Kandang terpasang sekitar 18.30 WIB, harimau masuk kandang pukul 19.35 WIB,” katanya.

Saat ini BKSDA Sumbar masih mempersiapkan pro­ses evakuasi terhadap harimau tersebut. Penanganan di­lakukan dengan tetap mem­perhatikan keselamatan satwa maupun ma­sya­rakat di sekitar lokasi.

Keberhasilan menang­kap harimau tersebut diharapkan dapat mengu­rangi potensi konflik antara manusia dan satwa liar di kawasan Palupuh. BKSDA Sumbar bersama unsur terkait selanjutnya akan menentukan langkah penanganan dan lokasi pelepasliaran yang sesuai dengan kondisi satwa tersebut. (pry)