BUKITTINGGI, METRO—Pendapatan Daerah merupakan salah satu tiang dalam kemajuan sebuah kota. Tingginya pendapatan, menjadi tolok ukur demi kemajuan pembangunan di sebuah kota. Hal ini disampaikan oleh Walikota Ramlan Nurmatias saat memberikan sambutan pada sidang paripurna dalam agenda pembahasan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Tahun Anggaran 2026, di Gedung DPRD Kota Bukittinggi, Senin (10/8).
Dalam kesempatan tersebut, Ramlan Nurmatias, meminta dalam perubahan APBD ini harus bisa memberikan sesuatu gambaran yang lebih maksimal agar ada perubahan untuk kedepanya.
“Disamping itu, ini salah momentum bagi kita bagaimana bisa prioritas anggaran tersebut agar benar-benar memberi manfaat dan langsung dirasakan masyarakat serta peran kita bisa menggenjot PAD Kota Bukittinggi bisa lebih maksimal lagi. Disamping itu, perubahan APBD bukan ruang untuk sekadar menambah kegiatan, tetapi momentum menajamkan prioritas dan memastikan setiap rupiah memberi manfaat,”tegas Ramlan.
Berdasarkan nota pengantar yang disampaikan, pendapatan daerah Kota Bukittinggi naik dari Rp643,96 miliar menjadi Rp775,24 miliar. Kenaikan Rp131,28 miliar ini utamanya disumbang dari dana transfer ke daerah yang bertambah Rp129,93 miliar.
Sedangkan belanja daerah justru naik lebih besar. Dari semula Rp710,32 miliar menjadi Rp909,37 miliar. Dengan begitu ada selisih defisit sekitar Rp134,13 miliar yang akan ditutup melalui pembiayaan, terutama dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran atau SiLPA tahun 2025 sebesar Rp94,14 miliar.
Kenaikan terbesar terjadi pada pos belanja modal. Angkanya melonjak hampir tiga kali lipat, dari Rp61,72 miliar menjadi Rp170,53 miliar. Belanja operasi juga ikut naik menjadi Rp734,84 miliar.
Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah atau PAD hanya mengalami kenaikan tipis. Dari Rp176,37 miliar menjadi Rp176,73 miliar. Angka ini menunjukkan masih tingginya ketergantungan Bukittinggi pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Pemerintah juga menerima insentif pengendalian inflasi sebesar Rp1 miliar. Namun sebagian dana juga dialihkan sebagai bantuan keuangan ke daerah lain sebesar Rp3 miliar.
Ramlan menekankan pentingnya disiplin dalam pelaksanaan anggaran ke depan. Ia meminta seluruh OPD menyiapkan kegiatan dengan matang. “Kegiatan harus siap agar anggaran tidak hanya terserap, tetapi berdampak,” katanya.
Kini, pembahasan perubahan APBD 2026 resmi berada di tangan DPRD Bukittinggi. Dengan belanja yang naik hampir Rp200 miliar dan PAD yang stagnan, tantangan ke depan adalah memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan prioritas warga. (pry)






