AGAM, METRO— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) yang tergabung dalam Divisi Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar kegiatan pengolahan ikan nila menjadi tiga produk bernilai tambah, yaitu ikan nila marinasi, bakso ikan nila, dan abon ikan nila.
Kegiatan berlangsung di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, bekerjasama dengan dua pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat, yaitu UMKM Sakato dan UMKM Salero Mandeh, sebagai bagian dari rangkaian Program Pengabdian UNP Berdampak.
“Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan Divisi Pertanian dan Tanaman Pangan pada Minggu ke-3 pelaksanaan KKN Nagari Maninjau 2026, yang mengusung tema “Urgensi Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia Untuk Berpendidikan”. Ikan nila dipilih sebagai bahan baku utama karena merupakan komoditas perikanan air tawar unggulan di kawasan Danau Maninjau, sehingga pengolahannya menjadi produk siap konsumsi diharapkan dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperpanjang daya simpan hasil perikanan warga,” ungkap Ketua Divisi Pertanian dan Pangan KKN Nagari Maninjau 2026, Dio Vihara kepada POSMETRO kemarin.
Dijelaskan Ketua Divisi Pertanian dan Pangan KKN Nagari Maninjau 2026, Dio Vihara, ketiga produk ikan yang diolah memiliki keunggulan masing-masing dalam pengolahan produk ikan, seperti ikan nila marinasi menjadi produk ikan setengah jadi yang praktis diolah lebih lanjut dan dibekukan di freezer, lalu dipanaskan terus langsung siap dikonsumsi, bakso ikan nila menawarkan alternatif sumber protein olahan yang digemari berbagai kalangan usia. Sedangkan abon ikan nila merupakan produk kering yang tahan lama dan mudah didistribusikan ke pasar yang lebih luas. “Selain kegiatan pengolahan ikan nila, pada hari yang sama mahasiswa turut melaksanakan gotong royong membersihkan lokasi pelaksanaan Program Pengabdian UNP Berdampak, melanjutkan pembuatan wadah akuaponik di Jorong Gadang, serta menggelar monitoring dan evaluasi (monev) bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Yuliana., S.P., M.Si., sebagai bentuk pelaporan capaian program kerja selama Minggu ketiga,” tuturnya.
Dio Vihara, berharap kolaborasi ini dapat menjadi bekal keterampilan pengolahan pangan yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Nagari Maninjau, serta mendorong produk olahan ikan nila menjadi salah satu produk unggulan yang memperkuat perekonomian dan ketahanan pangan masyarakat sekitar Danau Maninjau. Kegiatan ini merupakan salah program unggulan Divisi Pertanian dan Ketahanan Pangan Minggu ke-3 pelaksanaan KKN Nagari Maninjau 2026, yang mengusung tema “Urgensi Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia Untuk Pendidikan”.
Ikan nila dipilih sebagai bahan baku utama karena merupakan komoditas perikanan air tawar unggulan di kawasan Danau Maninjau, sehingga pengolahannya menjadi produk siap konsumsi diharapkan dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperpanjang daya simpan hasil perikanan warga. “Ketiga produk ikan yang diolah memiliki keunggulan masing-masing dalam pengolahan produk ikan, seperti ikan nila marinasi menjadi produk ikan setengah jadi yang praktis diolah lebih lanjut dan dibekukan di freezer lalu dipanaskan terus langsung siap dikonsumsi, bakso ikan nila menawarkan alternatif sumber protein olahan yang digemari berbagai kalangan usia, sedangkan abon ikan nila merupakan produk kering yang tahan lama dan mudah didistribusikan ke pasar yang lebih luas,” tuturnya.
Divisi Pertanian dan Ketahanan Pangan merupakan salah satu divisi Program KKN UNP di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan tema “ Urgensi Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia Untuk Pendidikan”. “Divisi ini beranggotakan lima mahasiswa, yaitu Dio Vizaro selaku penanggung jawab, bersama Rayhan Rezky Yoesendra, Yasar Zahir Siregar, Sri Ardini Putri, dan Chika Edriani, dibawah pembinaan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Yuliana, S.P., M.Si,” tegasnya. (ped)






