METRO SUMBAR

Bersama UMKM Nagari Maninjau, Mahasiswa KKN UNP Olah Ikan Nila Jadi Marinasi, Bakso dan Abon

×

Bersama UMKM Nagari Maninjau, Mahasiswa KKN UNP Olah Ikan Nila Jadi Marinasi, Bakso dan Abon

Sebarkan artikel ini
OLAHAN IKAN— Lima mahasiswa KKN UNP, Dio Vizaro selaku penanggung jawab, Rayhan Rezky Yoesendra, Yasar Zahir Siregar, Sri Ardini Putri, dan Chika Edriani, di bawah pembinaan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Yuliana, saat melakukan pengolahan makanan berbahan ikan.

AGAM, METRO— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)  Universitas Negeri Padang (UNP)  yang tergabung dalam Divisi Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar kegiatan pengolahan ikan nila menjadi tiga produk bernilai tambah, yaitu ikan nila marinasi, bakso ikan nila, dan abon ikan nila.

Kegiatan berlangsung di Jorong Bancah,  Nagari Ma­ninjau,  Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, bekerjasama dengan dua pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat, yaitu UMKM Sakato dan UMKM Salero Mandeh,  sebagai bagian dari rangkaian Program Pengabdian UNP Berdampak.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan Divisi Pertanian dan Tanaman Pangan pa­da Minggu ke-3 pelaksanaan KKN Nagari Maninjau 2026, yang mengusung tema “Urgensi Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia Untuk Berpendidikan”. Ikan nila dipilih sebagai bahan baku utama karena merupakan komoditas perikanan air tawar unggulan di kawasan Danau Maninjau,  sehingga pengolahannya menjadi produk siap konsumsi diharapkan dapat mening­kat­kan nilai jual sekaligus memperpanjang daya simpan hasil perikanan warga,” ungkap Ketua Divisi Pertanian dan Pangan KKN Na­gari Maninjau 2026, Dio Vi­hara kepada POSMETRO kemarin.

Dijelaskan Ketua Divisi Pertanian dan Pangan KKN Nagari Maninjau 2026, Dio Vihara, ketiga produk ikan yang diolah memiliki keunggulan masing-masing dalam pengolahan pro­duk ikan, seperti ikan nila ma­rinasi menjadi produk ikan setengah jadi yang praktis diolah lebih lanjut dan dibekukan di freezer, lalu dipanaskan terus langsung siap dikonsumsi,  bakso ikan nila menawarkan alternatif sumber protein olahan yang digemari berbagai kalangan usia. Sedangkan abon ikan nila merupakan produk kering yang tahan lama dan mu­dah didistribusikan ke pa­sar yang lebih luas. “Selain kegiatan pengolahan ikan nila, pada hari yang sama mahasiswa turut melaksanakan gotong royong membersihkan lokasi pelaksanaan Program Pengabdian UNP Berdampak,  melanjutkan pembuatan wadah akuaponik di Jorong Gadang, serta menggelar monitoring dan evaluasi (monev)  bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),  Prof. Yuliana., S.P., M.Si.,  sebagai bentuk pelaporan capaian program kerja selama Minggu ketiga,” tuturnya.

Baca Juga  Dasawisma Mawar I Tigo Jangko Wakili Tanah Datar,Ny. Lise Eka Putra Beri Motivasi

Dio Vihara,  berharap kolaborasi ini dapat menjadi bekal keterampilan pengolahan pangan yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Nagari Maninjau,  serta mendorong produk olahan ikan nila menjadi salah satu produk unggulan yang memperkuat pe­re­konomian dan ketahanan  pangan  masyarakat sekitar Danau Maninjau.                       Kegiatan ini merupakan salah program unggulan Divisi Pertanian dan Ketahanan Pangan Minggu ke-3 pelaksanaan KKN Nagari Maninjau 2026, yang mengusung tema “Urgensi Ni­lai-Nilai Hak Asasi Manusia Untuk Pendidikan”.

Ikan nila dipilih sebagai bahan baku utama karena merupakan komoditas pe­rik­anan air tawar unggulan di kawasan Danau Maninjau, sehingga pengolahannya menjadi produk siap konsumsi diharapkan dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperpanjang daya simpan hasil perikanan warga.  “Ketiga produk ikan yang diolah memiliki keunggulan masing-masing dalam pengolahan pro­duk ikan, seperti ikan nila ma­rinasi menjadi produk ikan setengah jadi yang praktis diolah lebih lanjut dan dibekukan di freezer lalu dipanaskan terus langsung siap dikonsumsi,  bakso ikan nila menawarkan alternatif sum­ber protein olahan yang digemari berbagai kalangan usia,  sedangkan abon ikan nila merupakan produk kering yang tahan lama dan mu­dah didistribusikan ke pa­sar yang lebih luas,” tuturnya.

Baca Juga  Mengenal Karya Budaya Hasil Tambang 2 Daerah, Pameran Perhiasan Emas dan Perak dari Sumbar dan DI Yogyakarta Resmi Dibuka

Divisi Pertanian dan Ketahanan Pangan merupakan salah satu divisi Program KKN UNP di Nagari Ma­­­ninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam,  Sumatera Barat,  dengan tema “ Urgensi Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia Untuk Pendidikan”.  “Di­­visi ini beranggotakan lima mahasiswa,  yaitu Dio Vizaro selaku penanggung ja­wab, bersama Rayhan Rezky Yoesendra, Yasar Zahir Si­­re­gar, Sri Ardini Putri,  dan Chika Edriani, dibawah pem­bi­naan Dosen Pembim­bing Lapangan (DPL),  Prof.  Yuliana, S.P., M.Si,” tegasnya. (ped)