PADANG, METRO— Semangat persatuan dan kebersamaan terasa kuat di Kampung Nias, Kelurahan Ranah Parak Rumbio, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tengah keberagaman etnis yang hidup berdampingan, warga menggelar berbagai perlombaan, termasuk panjat pinang, sebagai wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan.
Kampung Nias merupakan salah satu kawasan yang berada tidak jauh dari Kawasan Pondok dan pusat perdagangan Kota Padang. Wilayah tersebut menjadi ruang interaksi masyarakat dari berbagai latar belakang etnis, di antaranya Nias, Minangkabau, dan Tionghoa.
Kehidupan masyarakat yang berlangsung secara harmonis juga ditandai dengan proses asimilasi dan perkawinan antarbudaya. Meski telah beradaptasi dengan adat dan lingkungan setempat, sebagian keturunan Nias di kawasan itu masih mempertahankan identitas serta warisan budaya leluhur.
Semangat keberagaman tersebut kemudian diwujudkan dalam kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Warga Kampung Nias bersama pemuda dan pemudi setempat menggelar rangkaian perlombaan dalam suasana kekeluargaan, penuh kegembiraan, dan keakraban.
Puncak kemeriahan berlangsung saat lomba panjat pinang yang digelar di depan Puskel Balai Kesehatan, Kampung Nias, Kelurahan Ranah Parak Rumbio. Sejumlah tim dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dan bersaing mencapai puncak pinang yang telah disiapkan panitia.
Ketua Pemuda Kampung Nias, Markus Pandean, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana atas inisiatif bersama para pemuda dan pemudi. Pihaknya hanya membantu memfasilitasi agar kegiatan yang diinginkan masyarakat dapat terlaksana.
“Acara ini merupakan inisiatif bersama. Pemuda dan pemudi ingin mengadakan kegiatan, sehingga kami sebagai pemuka masyarakat membantu memfasilitasi agar acara ini bisa terlaksana,” kata Markus.
Menurutnya, rangkaian kegiatan diawali dengan berbagai perlombaan untuk anak-anak. Di antaranya lomba makan kerupuk, joget menggunakan balon, serta sejumlah permainan lainnya.
Setelah perlombaan anak-anak selesai, kegiatan dilanjutkan dengan lomba panjat pinang yang diperuntukkan bagi remaja dan masyarakat dewasa. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat lima tim telah mendaftarkan diri.
“Kami tidak membatasi peserta. Tim dari mana pun silakan ikut bergabung. Dari lima tim yang ikut, ada tim Alang Lawas dan ada juga tim campuran dari Ranah. Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi,” ujarnya.
Markus berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal bagi pelaksanaan agenda serupa secara rutin setiap tahun. Jika pelaksanaannya berjalan lancar, kegiatan akan dikembangkan dengan berbagai perlombaan dan kegiatan kebudayaan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan kondusif. Ke depan, kami berharap acaranya bisa lebih besar dan menjadi agenda rutin tahunan, termasuk dengan menampilkan kegiatan kebudayaan,” katanya.
Untuk membiayai kegiatan tersebut, masyarakat mengandalkan swadaya warga. Markus mengatakan, tidak ada target tertentu dalam pengumpulan dana karena yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan kegiatan tetap dapat terlaksana.
“Saya hanya memberikan instruksi kepada ibu-ibu dan pemuda untuk mengusahakan swadaya masyarakat. Berapa pun yang terkumpul, kegiatan tetap kita jalankan. Tidak harus mencapai nominal tertentu,” tuturnya.
Menurut Markus, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali semangat kebersamaan pemuda Kampung Nias. Ia ingin pemuda dan pemudi memiliki kegiatan positif sekaligus membangun kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.
“Saya ingin membenahi daerah Kampung Nias ini agar ke depannya lebih baik. Kepentingan saya tidak ada. Saya hanya ingin pemuda dan pemudi di sini memiliki kegiatan yang positif,” katanya.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan hiburan. Para pemuda juga didorong untuk aktif dalam kegiatan sosial. Sebelumnya, mereka telah melakukan kegiatan sosial dengan mengunjungi panti asuhan dan membagikan bantuan sembako.
“Ke depan, kalau kita bersama, tidak ada yang tidak bisa. Kalau ada masyarakat yang tertimpa musibah atau membutuhkan bantuan, kita siap bergerak di bidang sosial,” ujarnya.
Menghargai Jasa Pahlawan
Markus menilai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI memiliki makna yang sangat besar bagi masyarakat. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang sekaligus menghargai perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan Indonesia.
“Maknanya besar sekali karena kita mengingat dan betul-betul menghargai jasa para pahlawan terdahulu. Tanpa perjuangan mereka, mungkin kita masih dijajah,” ungkapnya.
Ia berharap generasi muda tidak hanya memaknai kemerdekaan dengan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui semangat persatuan, gotong royong, kepedulian sosial, dan menjaga hubungan baik antarwarga tanpa membedakan latar belakang suku maupun budaya.
Senada, Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Ketua RT 4/RW 4 Kampung Nias, Paulus Wijaya, mengatakan masyarakat dan pemuda bersama-sama berpartisipasi menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
“Kami ikut berpartisipasi dan membantu pemuda. Ketua pemuda juga turun langsung. Jadi, sama-sama kita memeriahkan kegiatan di Kampung Nias ini agar pemuda dan pemudinya tetap aktif,” kata Paulus.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberagaman etnis di Ranah Parak Rumbio dapat menjadi kekuatan dalam membangun persatuan. Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. (ped)






