BERITA UTAMA

OJK Kampanyekan Budaya Menabung Sejak Dini Lewat Puncak Peringatan HIM 2026, Saldo Simpanan Pelajar di Sumbar Capai Rp 262,48 Miliar

×

OJK Kampanyekan Budaya Menabung Sejak Dini Lewat Puncak Peringatan HIM 2026, Saldo Simpanan Pelajar di Sumbar Capai Rp 262,48 Miliar

Sebarkan artikel ini
HIM 2026— Suasana pembukaan puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Sumatra Barat (Sumbar) Tahun 2026 yang diselenggarakan OJK di Padang.

PADANG, METRO–Puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Sumatra Barat (Sumbar) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi”  yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar di UPI Exhibition Hall, Padang, berlangsung meriah, Kamis (20/8).

Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta dan tamu undangan tersebut menghadirkan siswa SMA se-Sumbar. Selain kegiatan edu­kasi, acara juga di­ramai­kan dengan stan UMKM, perbankan, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Kepala OJK Provinsi Su­mbar, Roni Nazra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu acara puncak HIM di Sumbar. Menurutnya, momentum ini diharapkan menjadi kampanye bagi siswa untuk membangun kebiasaan menabung sejak dini.

“Dengan tema Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi, kegiatan ini diharapkan menjadi ajang kampanye buat siswa se­kolah agar gemar menabung,” kata Roni.

Roni menjelaskan, berdasarkan data tahun 2026, indeks inklusi keuangan Sumbar mencapai 95,37 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 93,61 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan Sumatera Barat berada di angka 76,65 persen, juga lebih tinggi di­bandingkan tingkat nasional yang mencapai 69,57 persen.

Baca Juga  257 Kasus Pidana Diselesaikan dengan Restorative Justice di Tahun 2022, Irjen Pol Teddy: Kecuali Korupsi, Terorisme, Makar dan Narkoba

“Meski begitu,masih terdapat kesenjangan yang perlu menjadi perhatian. Sebagian ma­sya­rakat masih membutuhkan peningkatan literasi dan akses terhadap layanan keuangan. Dari data survei tersebut, masih terdapat ketimpangan dan gap yang belum kita berikan literasi dan inklusi kepada masya­ra­kat,” ujarnya.

Menurut Roni, kebiasa­an menabung merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia men­­contohkan praktik pem­­berdayaan ma­sya­rakat di Provinsi Bihar, India, yang mengembangkan masyarakat miskin melalui pe­latihan usaha, pendam­pingan menabung, dan pengalihan tabungan menjadi aset produktif.

“Konsep tersebut, me­nunjukkan bahwa kebiasaan menabung dapat menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Setelah usaha berjalan, masyarakat didorong untuk terus menabung dengan pendampingan. Tabungan tersebut kemudian dapat digunakan untuk membeli aset pro­duktif baru sehingga kapasitas usaha terus ber­kem­bang. Menabung ini menjadi bagian dari strategi untuk mengubah ma­sya­rakat yang miskin agar bisa keluar dari kemiskinan,” katanya.

Di Sumbar sendiri, kata Roni, gerakan menabung telah diperkuat sejak 2019 melalui program OJK, sa­lah satunya melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program tersebut bertujuan mendorong setiap pelajar memiliki rekening tabungan sekaligus membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia sekolah.

Baca Juga  Menang Harga Mati

Hingga 2026, program tersebut telah mencatat sekitar 1,48 juta rekening simpanan pelajar di Sumbar dengan total saldo men­­capai Rp262,48 miliar. Capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi pelajar Sumatera Barat da­lam kegiatan menabung.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi yang membuka kegiatan tersebut mengatakan menabung merupakan kebiasa­an positif yang penting bagi siswa maupun masyarakat untuk mempersiapkan kehidupan di masa mendatang.

“”Menabung adalah cara untuk menghindari kebiasaan konsumtif. Uang yang disimpan diprioritaskan untuk membiayai keperluan yang bersifat pro­duktif. Oleh karena itu budaya menabung harus dite­rapkan sejak dini,” ujar Mahyeldi.

Dalam puncak HIM Su­matera Barat 2026 tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada Tim Per­cepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) kepada pihak perbankan. Selain itu, kegiatan diisi dengan lomba perencanaan keuangan, lomba Ranking 1, serta talkshow mengenai ke­uangan. (*)