PADANG, METRO–Puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Sumatra Barat (Sumbar) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi” yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar di UPI Exhibition Hall, Padang, berlangsung meriah, Kamis (20/8).
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta dan tamu undangan tersebut menghadirkan siswa SMA se-Sumbar. Selain kegiatan edukasi, acara juga diramaikan dengan stan UMKM, perbankan, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya.
Kepala OJK Provinsi Sumbar, Roni Nazra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu acara puncak HIM di Sumbar. Menurutnya, momentum ini diharapkan menjadi kampanye bagi siswa untuk membangun kebiasaan menabung sejak dini.
“Dengan tema Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi, kegiatan ini diharapkan menjadi ajang kampanye buat siswa sekolah agar gemar menabung,” kata Roni.
Roni menjelaskan, berdasarkan data tahun 2026, indeks inklusi keuangan Sumbar mencapai 95,37 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 93,61 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan Sumatera Barat berada di angka 76,65 persen, juga lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional yang mencapai 69,57 persen.
“Meski begitu,masih terdapat kesenjangan yang perlu menjadi perhatian. Sebagian masyarakat masih membutuhkan peningkatan literasi dan akses terhadap layanan keuangan. Dari data survei tersebut, masih terdapat ketimpangan dan gap yang belum kita berikan literasi dan inklusi kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Roni, kebiasaan menabung merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mencontohkan praktik pemberdayaan masyarakat di Provinsi Bihar, India, yang mengembangkan masyarakat miskin melalui pelatihan usaha, pendampingan menabung, dan pengalihan tabungan menjadi aset produktif.
“Konsep tersebut, menunjukkan bahwa kebiasaan menabung dapat menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Setelah usaha berjalan, masyarakat didorong untuk terus menabung dengan pendampingan. Tabungan tersebut kemudian dapat digunakan untuk membeli aset produktif baru sehingga kapasitas usaha terus berkembang. Menabung ini menjadi bagian dari strategi untuk mengubah masyarakat yang miskin agar bisa keluar dari kemiskinan,” katanya.
Di Sumbar sendiri, kata Roni, gerakan menabung telah diperkuat sejak 2019 melalui program OJK, salah satunya melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program tersebut bertujuan mendorong setiap pelajar memiliki rekening tabungan sekaligus membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia sekolah.
Hingga 2026, program tersebut telah mencatat sekitar 1,48 juta rekening simpanan pelajar di Sumbar dengan total saldo mencapai Rp262,48 miliar. Capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi pelajar Sumatera Barat dalam kegiatan menabung.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi yang membuka kegiatan tersebut mengatakan menabung merupakan kebiasaan positif yang penting bagi siswa maupun masyarakat untuk mempersiapkan kehidupan di masa mendatang.
“”Menabung adalah cara untuk menghindari kebiasaan konsumtif. Uang yang disimpan diprioritaskan untuk membiayai keperluan yang bersifat produktif. Oleh karena itu budaya menabung harus diterapkan sejak dini,” ujar Mahyeldi.
Dalam puncak HIM Sumatera Barat 2026 tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) kepada pihak perbankan. Selain itu, kegiatan diisi dengan lomba perencanaan keuangan, lomba Ranking 1, serta talkshow mengenai keuangan. (*)






