BERITA UTAMA

Beroperasi dari Thailand, Jaringan Gembong Fredy Pratama Pasok Narkoba ke Indonesia Lewat Malaysia

×

Beroperasi dari Thailand, Jaringan Gembong Fredy Pratama Pasok Narkoba ke Indonesia Lewat Malaysia

Sebarkan artikel ini
NARKOBA— Kaki tangan gembong narkoba Fredy Pratama bernama Frans Antony ditangkap di Malaysia oleh Tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

JAKARTA, METRODirektorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap jalur peredaran narkotika jaringan Fre­dy Pratama. Malaysia men­jadi jalan masuk nar­koba yang dioperasikan oleh Fredy Pratama dari Thailand. Informasi tersebut diungkap setelah polisi menangkap Frans Antoni.

Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Frans Antoni membantu Fredy Pratama mengendalikan jejaring bandar dan pengedar di Indonesia. Mereka terus beroperasi meski Fredy sudah lama melarikan diri ke luar negeri.

“Narkoba itu diduga kuat masuk dari Malaysia dan Thailand melalui jalur laut dan darat yang ilegal. Dimana setiap bulannya sindikat ini mampu menyelundupkan segala jenis narkoba dengan jumlah mulai dari 100 kilogram sampai dengan 500 kilogram,” terang Eko kepada awak media.

Oleh Fredy Pratama, Frans Antoni mendapat kepercayaan untuk mengurus uang dari transaksi narkoba di Indonesia. Sejak 2017-2023, dia bolak-balik Indonesia-Thailand ratusan kali untuk mengangkut dan menyerahkan uang kepada Fredy Pratama.

Baca Juga  4 Pengedar dan Pemakai Sabu Diciduk Intel Kodim

Berdasar catatan polisi, Frans Antoni masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sejak 2023. Tidak hanya itu, Frans Antoni tercatat pernah dijatuhi hukuman penjara selama 8 bulan berdasar putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin dalam kasus narkoba.

“Fakta ini menegaskan bahwa yang bersangkutan adalah residivis yang telah lama bergelut dalam dunia peredaran gelap narkoba,” imbuhnya.

Untuk itu, Eko memastikan, pihaknya akan memeriksa Frans Antoni secara intensif. Pihaknya juga akan terus melakukan pengembangan penyidikan. Tujuannya untuk mengungkap seluruh aliran dan serta jejaring pendukung Fredy Pratama yang masih beroperasi di Indonesia.

“Kami akan memastikan seluruh aktor yang terlibat dalam sindikat ini diproses secara tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata dia.

Bersama Fredy Pratama, Frans Antoni mengendalikan peredaran narkoba di beberapa kota besar di Indonesia sejak 2009. Mulai kota-kota besar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, sampai Sulawesi. Meski Fredy Pratama sudah kabur ke luar negeri sejak 2014, jejaring Fredy Pratama tetap eksi mengedarkan narkoba.

Baca Juga  Masker Pengunjung BIM "Dirazia" Petugas

Setelah ditangkap di Malaysia, Frans Antoni diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-821. Berdasar pantauan di Gedung Bareskrim Polri dia tiba sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah turun dari mobil, Frans Antoni langsung dibawa ke ruang tahanan.

“Proses pemulangan (Frans Antoni) difasilitasi dengan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) karena yang bersangkutan diketahui memasuki Malaysia secara ilegal tanpa identitas resmi,” terang Eko.

Berdasar data dari Bareskrim Polri, Frans Antoni sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2023. Sebelum ditangkap di Malaysia, dia sempat berpindah tempat tinggal beberapa kali di Thailand. Mulai dari Phatthanakan sampai Narasiri. Di lokasi kedua, Frans Antoni menetap selama 2 tahun.

“Dalam pelariannya, Frans Antoni dibantu oleh orang suruhan dari Fredy Pratama yang merupakan Warga Negara Thailand,” imbuhnya. (jpg)