BERITA UTAMA

Belanda di Bawah Tekanan, Swedia Incar Tiket 32 Besar

×

Belanda di Bawah Tekanan, Swedia Incar Tiket 32 Besar

Sebarkan artikel ini
Yasin Ayari

PERTANDINGAN antara Be­landa dan Swedia pada match­day kedua Grup F Piala Dunia 2026 dipastikan men­jadi salah satu laga paling menarik di fase grup. Kedua tim akan ber­temu di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026) pukul 00.00 WIB. Hasil pertandingan ini berpotensi menentukan peta per­sai­ngan menuju babak 32 be­sar.

Belanda memasuki la­ga dengan beban yang cukup berat. Oranje hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada pertandingan pembuka. Hasil itu membuat mereka belum berada dalam posisi aman di klasemen.

Satu poin yang diraih dari laga pertama membuat pasukan Ronald Koeman harus memburu kemenangan. Jika kembali gagal meraih poin penuh, peluang mereka untuk lolos ke fase gugur bisa menjadi semakin rumit. Apalagi, pada laga terakhir Belanda masih harus menghadapi Tunisia yang juga memiliki ambisi besar.

Situasi tersebut membuat pertandingan melawan Swedia layak disebut sebagai laga hidup dan mati bagi Belanda. Kemenangan akan membuka peluang mereka melangkah ke babak berikutnya. Sebaliknya, hasil negatif bisa membuat posisi Oranje semakin terjepit.

Meski gagal mengalahkan Jepang, performa Belanda sebenarnya tidak ter­lalu buruk. Mereka mam­­pu menunjukkan pro­duktivitas yang cukup baik dengan mencetak dua gol. Hal itu sekaligus menjawab keraguan mengenai ketajaman lini serang mereka.

Namun, persoalan terbesar justru terlihat di lini pertahanan. Tim yang di­perkuat sejumlah bek tangguh malah dua kali kebobolan. Belanda tampak kesulitan mengatasi tekanan lawan yang datang dari kedua sisi lapangan.

Pelatih Ronald Koeman mengakui timnya masih memiliki pekerjaan rumah di sektor pertahanan. Me­nu­rut dia, dua gol Jepang lahir karena timnya gagal ber­tahan dengan baik. Mes­ki demikian, Koeman tidak menyesali pendekatan taktik yang diterapkannya.

“Ada masalah dalam menghadapi tekanan di kedua sayap. Jika Anda melihat dua gol itu, kami tidak bertahan dengan baik. Tapi, saya tidak me­nye­sal dengan pilihan taktik ini,” ujar Koeman seperti dikutip Reuters.

Baca Juga  Pekerja Cucian Mobil Curi Hp Pelanggan di Kota Padang

Koeman diperkirakan tidak akan melakukan perubahan besar dalam susunan pemainnya. Ia kemungkinan tetap mempertahankan formasi 4-3-3 yang dapat berubah menjadi 4-2-3-1. Pendekatan tersebut dianggap mampu menjaga ke­seimbangan antara me­nyerang dan bertahan.

Virgil van Dijk kembali menjadi tumpuan di jantung pertahanan Belanda. Bek berpengalaman itu diharapkan mampu mengorganisasi lini belakang dengan lebih baik. Kehadirannya akan sangat penting untuk meredam agresivitas lini depan Swedia.

Di lini tengah, Frenkie de Jong diperkirakan tetap menjadi motor permainan Oranje. Gelandang Barcelona itu akan berperan me­ngatur tempo dan men­distribusikan bola ke sektor serangan. Kreativitasnya dibutuhkan untuk membongkar pertahanan rapat lawan.

Sementara itu, lini de­pan Belanda kembali mengandalkan kecepatan dan mobilitas para pemain mu­danya. Cryscensio Sum­merville yang mencetak gol ke gawang Jepang berpeluang kembali tampil sejak menit pertama. Penampilannya pada laga sebelumnya menjadi salah sa­tu sinyal positif bagi Oranje.

Di kubu seberang, Swe­dia datang ke Houston dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Tim asuhan Graham Potter berhasil memuncaki klasemen sementara Grup F. Mereka mengawali turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia.

Kemenangan tersebut tidak hanya memberikan tiga poin. Swedia juga mem­perlihatkan kualitas permainan yang sangat efektif dan matang. Mereka mampu menyerang de­ngan berbagai variasi dan memaksimalkan peluang yang diperoleh.

Menariknya, Swedia tidak mendominasi penguasaan bola saat menghadapi Tunisia. Blagult hanya menguasai bola sekitar 48,7 persen sepanjang pertandingan. Namun, efektivitas mereka menjadi pembeda yang sangat mencolok.

Dari 13 percobaan tembakan yang dilepaskan, tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sebaliknya, Tunisia hanya mampu menciptakan enam peluang dengan dua tembakan tepat sasaran. Statistik tersebut menunjukkan betapa klinisnya permainan Swedia.

Tim asuhan Graham Potter juga memperlihatkan variasi serangan yang lengkap. Mereka mampu mencetak gol melalui permainan terbuka, serangan balik cepat, dan situasi bola mati. Fleksibilitas inilah yang membuat Swedia men­jadi lawan yang sangat berbahaya.

Baca Juga  Komnas HAM Temui Kapolri, Pastikan Hak Tersangka Unjuk Rasa Tetap Terpenuhi

Kekuatan utama Swedia berada di lini depan. Duet Viktor Gyokeres dan Alexander Isak tampil luar biasa saat menghadapi Tunisia. Keduanya tidak hanya mencetak gol, tetapi juga aktif menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Kolaborasi kedua penyerang tersebut menghasilkan tiga assist dan delapan per­cobaan tembakan. Per­ge­rakan keduanya membuat lini pertahanan Tunisia terus berada di bawah tekanan. Kini, tantangan mereka adalah menghadapi pertahanan Belanda yang dipimpin Virgil van Dijk.

Selain mengandalkan lini depan, Swedia juga menunjukkan kedisiplinan taktik yang tinggi. Graham Potter menerapkan formasi 3-5-2 yang dapat berubah menjadi 5-3-2 ketika tim kehilangan bola. Pendekatan pragmatis itu terbukti berjalan efektif.

Potter menyadari laga melawan Belanda akan jauh berbeda dibanding pertandingan pertama. Menurut dia, kemenangan besar atas Tunisia tidak boleh membuat timnya terlena. Fokus penuh tetap diperlukan untuk menghadapi salah satu kekuatan tradisional Eropa tersebut.

“Ada banyak hal positif seputar kestabilan tim. Itu adalah start yang bagus, tetapi cukup sampai di sana. Kami menghadapi lawan yang berbeda. Laga melawan Belanda sangat besar bagi kami,” kata Potter.

Satu kemenangan lagi akan membawa Swedia sangat dekat dengan babak 32 besar. Bahkan, peluang mengunci posisi juara grup lebih cepat juga terbuka jika hasil pertandingan lain menguntungkan mereka. Kondisi itu membuat motivasi Blagult semakin tinggi.

Di sisi lain, Belanda tidak memiliki pilihan selain bermain menyerang dan meraih tiga poin. Tekanan besar yang mengiringi mereka justru bisa menjadi motivasi tambahan. Pengalaman bermain di level tertinggi juga menjadi mo­dal penting bagi Oranje.

Duel di Houston di­pre­diksi berlangsung terbuka dan penuh tensi. Swe­dia datang dengan momentum dan rasa percaya diri tinggi, sedangkan Belanda memiliki kualitas individu serta pengalaman di turnamen besar. Siapa pun yang mampu mengendalikan emosi dan memanfaatkan peluang secara efektif berpeluang keluar sebagai pemenang. (*/rom)