PELATIH Inter Miami Guillermo Hoyos menilai Lionel Messi tampak lebih tenang begitu kembali beraktivitas dengan tim usai ditinggal mendiang ayahnya, Jorge Messi.
Ayah Messi meninggal dunia pada 8 Agustus 2026 di sebuah rumah sakit di Rosario, Argentina pada usia 68 tahun.
Messi kemudian kembali beraktivitas bersama tim pada 12 Agustus dan tampil sebagai pemain pengganti dalam pertandingan Leagues Cup menghadapi Leon. Kapten Inter Miami itu masuk pada menit ke-46 dan mendapat sambutan meriah dari para pendukung yang hadir di Nu Stadium.
Dalam wawancara yang dikutip dari ESPN, Hoyos mengatakan kondisi Messi saat ini terlihat baik dan sang pemain mulai kembali menemukan kenyamanannya ketika berada di lapangan. “Dia terlihat baik, mengekspresikan dirinya di lapangan, tempat yang sangat dia kenal, dan dia berada dalam kondisi damai,” ujar Hoyos.
Kembalinya Messi ke lapangan setelah kehilangan sang ayah juga mendapat apresiasi dari rekan setimnya. Gelandang Brasil Casemiro menyebut sikap Messi sebagai contoh bagi banyak orang, terutama karena tetap menunjukkan komitmen kepada tim di tengah masa sulit yang sedang dihadapinya.
“Dia memberikan contoh yang luar biasa. Bagaimanapun, dia pasti sedang melalui masa yang sangat sulit, tetapi komitmen yang dia tunjukkan, bukan hanya kepada para pemain tetapi juga kepada klub, sungguh luar biasa. Saya belum pernah melihat hal seperti ini sepanjang hidup saya,” kata Casemiro setelah pertandingan melawan Leon.
“Kami harus mengucapkan terima kasih, terima kasih karena dia datang ke sini, membantu kami, dan membantu klub,” lanjut Casemiro. Setelah tampil sebagai pemain pengganti ketika kalah 2-3 dari Leon, Messi kembali dipercaya sebagai starter saat Inter Miami bertandang ke markas Nashville SC. Namun, laga itu berakhir dengan kekalahan telak 1-4 bagi Inter Miami di Geodis Park.
Inter Miami dijadwalkan bertandang menghadapi Philadelphia Union pada Kamis (20/8). Hoyos pun mengkritik padatnya jadwal pertandingan yang harus dijalani para pemain. Menurut sang pelatih, waktu pemulihan yang tersedia sering kali tidak cukup, terutama ketika tim juga harus melakukan perjalanan dan bermain dalam kondisi cuaca panas serta tingkat kelembapan tinggi.
“Saya pikir para pemain sering kali dieksploitasi. Mereka dipaksa bekerja terlalu keras karena waktu pemulihan sering kali tidak memadai, baik karena perjalanan, jadwal pertandingan, maupun cuaca panas. Saat ini, misalnya, tingkat kelembapan mencapai 87 persen,” ujar Hoyos.
“Ini hampir seperti kegilaan melihat bagaimana para pemain memberikan segalanya. Tekad mereka benar-benar patut dipuji, tetapi ini adalah masalah yang perlu ditangani untuk meningkatkan kualitas olahraga,” imbuhnya.
Inter Miami memang menghadapi periode yang sangat padat sepanjang Agustus. Hingga saat ini, mereka telah memainkan lima pertandingan kompetitif yang terdiri atas laga musim reguler MLS dan Leagues Cup. Pertandingan melawan Philadelphia Union akan menjadi penampilan keenam mereka pada bulan ini.
Padatnya jadwal juga diperparah dengan masalah cedera yang menghantam skuad. German Berterame, Mateo Silvetti, Tadeo Allende, dan Micael masih belum tersedia untuk dipilih dalam pertandingan berikutnya. Di tengah situasi itu, Inter Miami masih berada di posisi kedua klasemen Wilayah Timur MLS. Mereka mengoleksi 38 poin dari 19 pertandingan dan tertinggal lima poin dari Nashville SC yang berada di puncak klasemen. (jpg)






