PAYAKUMBUH, METRO –Komitmen menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi umat kembali diwujudkan melalui sinergi strategis antara LAZNAS MKU PBMT Indonesia dan UZMA CARE di bawah naungan Yayasan Kampung Peradaban Alquran (YKPA). Kedua lembaga resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam rangka membangun Kampung Zakat bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam.
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan program kemanusiaan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian umat secara berkelanjutan.
Sejumlah program telah dan sedang dijalankan, antara lain, Penyaluran bantuan darurat (emergency) berupa paket sembako dan paket Ramadhan kepada masyarakat terdampak. Pembangunan fasilitas MCK masjid yang saat ini dalam tahap pengerjaan sebagai sarana sanitasi yang layak dan sehat, Program pemberdayaan usaha umat yang insyaAllah segera direalisasikan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat
Sebagai bagian dari penguatan nilai ibadah dan kebersamaan umat, direncanakan pula bahwa peresmian fasilitas MCK masjid akan dirangkaikan dengan pelaksanaan pemotongan hewan qurban yang disalurkan oleh LAZNAS MKU PBMT Indonesia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Tidak hanya itu, kerja sama ini juga menyasar sektor pendidikan melalui Program Santri Berdaya berbasis Integrated Farming di Pesantren Alhuffazh, Kota Payakumbuh. Program ini diharapkan mampu melahirkan santri yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman.
Ketua Yayasan Kampung Peradaban Alquran (YKPA) yang menaungi UZMA CARE, Edhie Kusmana, S.Ag, MM, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin dan menegaskan pentingnya keberlanjutan program.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Ini bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang membangun harapan, kemandirian, dan masa depan umat yang lebih baik. Kolaborasi ini harus terus dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur LAZNAS MKU PBMT Indonesia, Supriadi Jhondy, menyampaikan terima kasih atas sinergi yang telah terbangun dengan baik. “Terima kasih atas kolaborasi yang luar biasa ini. Kami meyakini bahwa sinergi adalah kunci untuk menghadirkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, pembangunan Kampung Zakat diharapkan tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga menjadi pusat kebangkitan ekonomi dan spiritual masyarakat pasca bencana. Sinergi ini menjadi bukti bahwa ketika lembaga bersatu dalam visi kebaikan, maka harapan dapat tumbuh kembali, kemandirian dapat diwujudkan, dan kebermanfaatan dapat dirasakan oleh lebih banyak umat. (uus)





