BUKITTINGGI, METRO – Ngarai Sianok menjadi saksi pengalaman berbeda yang dirasakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Widiyanti Putri Wardhana, saat menikmati sarapan pagi di ruang terbuka, tepatnya di kawasan Panorama Atas, Bukittinggi.
Dengan latar tebing hijau yang menjulang dan lembah yang membentang luas, suasana pagi itu menghadirkan kombinasi udara segar dan panorama alam yang memukau.
Kabut tipis yang perlahan terangkat memperlihatkan keindahan Ngarai Sianok secara utuh sebuah pemandangan yang, menurut Menpar, memberikan kesan mendalam dan berbeda dari pengalaman wisata yang pernah ia rasakan di berbagai daerah di Indonesia.
“Ini bukan sekadar sarapan pagi, tetapi pengalaman yang menyentuh rasa dan memberi kesan emosional,” ujar Widiyanti dalam suasana santai namun penuh kekaguman pada saat kunjungan kerja ke Sumbar, Rabu (29/4/2026).
Konsep sarapan pagi di ruang terbuka ini merupakan inisiatif Pemerintah Kota Bukittinggi sebagai upaya menghadirkan pengalaman wisata yang lebih personal dan berkelas. Dengan memanfaatkan keunggulan lanskap alam, kegiatan sederhana seperti makan pagi diubah menjadi daya tarik wisata bernilai tinggi.
Pegiat pariwisata Sumatera Barat, Nofrins Napilus, menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai konsep ini mampu meningkatkan daya tarik destinasi tanpa harus mengubah keaslian lingkungan.
“Ini adalah contoh bagaimana kreativitas bisa mengangkat nilai sebuah destinasi. Sarapan pagi dengan latar Ngarai Sianok bukan hanya unik, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya, Kamis, (30/4/ 2026).
Menurutnya, selain memberikan pengalaman eksklusif, konsep ini juga dinilai sejalan dengan tren pariwisata global yang mengedepankan keaslian, keberlanjutan dan kedekatan dengan alam.
“Bukittinggi yang selama ini dikenal dengan ikon seperti Jam Gadang, kini memiliki alternatif atraksi yang lebih intim dan berkesan,” kata Nofrins. (Jef)






