PAYAKUMBUH/50 KOTA

Ribuan Orang Saksikan Ivent Pacu Jawi, Didominasi Penonton Lokal

×

Ribuan Orang Saksikan Ivent Pacu Jawi, Didominasi Penonton Lokal

Sebarkan artikel ini
PACU JAWI—Para peserta pacu jawi memperlihatkan keterampilannya dalam balapan.

PAYAKUMBUH, METRO –Ribuan penonton dari berbagai tempat di Kota Payakumbuh maupun Ka­bupaten Limapuluh Kota (Luak Limopuluah) me­nyaksikan Festival Budaya Pacu Jawi yang digelar di persawahan Ling­kungan Cubadak Aia Kecamatan Payakumbuh Utara, Selasa 28 April 2026.  Ribuan penonton tersebut sejak siang hari terus berdatangan ke lokasi yang tak jauh dari Kawasan Payakumbuh Bu­gar tersebut, namun Festival Budaya yang digelar sejak Senin itu masih didominasi oleh penonton yang masyarakat lokal, tidak terlihat penonton dari luar daerah seperti Pacu yang di daerah tetangga, Kabupaten Tanah Datar.

Kondisi tersebut telah berlangsung lama, padahal Pacu Jawi yang digelar diberbagai gelanggang pacuan di Luak Li­mapuluh tak kalah menarik dengan Pacu Jawi di Kabupaten Tanah Datar. Hal tersebut diungkapkan Tokoh Masyarakat Kota Payakumbuh, Mustafa yang mengapresiasi ma­syarakat dalam pelaksanaan Festival Budaya ter­sebut.

Menurutnya, Peranan Pemerintah Daerah melalui Dinas atau OPD terkait harus lebih maksimal da­lam mempromosikan Pa­cu Jawi, terutama untuk menarik wisatawan dari luar daerah, sehingga kunjungan wisatawan me­ningkat ke Payakumbuh.

Baca Juga  Puncak Arus Mudik di Jalur Sumbar-Riau, Diprediksi Dua Hari Jelang Lebaran

“Kita sangat apresiasi masyarakat dan panitia yang terus mempertahankan tradisi Pacu Jawi di daerah kita di Kota Payakumbuh, ivent  pacu Jawi sangat disenangi ma­sya­rakat kita. Tentu perlu peranan Pemerintah Daerah lebih maksimal,” ucapnya, Selasa (28/4).

Mantan anggota DPRD Kota Payakumbuh dua periode itu juga berharap Iven atau Festival Budaya Pacu Jawi dapat digelar lebih maksimal dengan ikut campur tangan atau peranan Pemerintah Da­erah lebih maksimal. “Kita sebagai masyarakat sa­ngat berharap kepada pemerintah daerah melalui Dinas terkait dapat meningkatkan ivent pacu Jawi ini, sehingga penontonnya tidak hanya ma­syarakat lokal, namun juga wisatawan Nusantara maupun internasional yang sengaja melihat pacu Jawi. Tentu nantinya akan berdampak pada ekonomi masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya.

Baca Juga  Yayasan Al Huffazh Bagikan 500 Paket Sembako

Sementara Betri Afrida, penonton asal Kelurahan Perambahan Kota Payakumbuh, mengakui tertarik menonton Pacu Jawi karena berbeda de­ngan Pacu jawi atau karapan sapi, sebab dalam Pacu Jawi, joki juga ikut berlari seperti sapi.  “ Menariknya, dalam Pacu Jawi disini, kadang joki terjatuh dan berlumpur, sebab ikut berlari bersama sapi. Kalau karapan sapi, joki tidak berlari melainkan bertengger pada kayu yang digabungkan pada dua ekor sapi,” ucapnya. (uus)