JAKARTA, METRO—Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat untuk menghadiri upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Tercatat lebih dari 336 ribu orang mengikuti proses pendaftaran undangan dalam waktu empat hari.
Jumlah tersebut jauh melampaui kapasitas yang tersedia di kompleks Istana Merdeka. Sebab, pemerintah hanya menyiapkan sekitar 5.500 slot bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung rangkaian peringatan kemerdekaan.
“Dapat kami sampaikan karena kapasitas atau luas istana itu juga sangat terbatas, jadi dari agenda atau slot kurang lebih 5.500 yang kita siapkan, pendaftar selama 4 hari dibuka itu mencapai di atas 336 ribu pendaftar,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/8).
Melihat tingginya jumlah pendaftar, panitia kemudian mengambil langkah untuk memperluas daya tampung. Pemerintah memutuskan menambahkan satu blok baru yang diperkirakan mampu menampung sekitar 3.400 orang.
Penambahan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih besar kepada masyarakat untuk hadir langsung di Istana. Kapasitas tambahan itu nantinya digunakan untuk dua agenda berbeda, yakni upacara pengibaran bendera pada pagi hari serta upacara penurunan bendera pada sore hari.
“Kemarin kami memutuskan, sebagai panitia akan membuat tambahan satu blok lagi yang kurang lebih kapasitasnya mencapai 3.400,” ucapnya.
Selain menambah kapasitas, panitia juga menerapkan kebijakan prioritas dalam menentukan masyarakat yang akan mendapatkan kesempatan menghadiri upacara di Istana Merdeka.
Prasetyo menyebut, berdasarkan hasil analisis data pendaftar, pemerintah akan memberikan porsi lebih besar kepada masyarakat yang belum pernah mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI secara langsung di Istana Merdeka.
“Jadi dari seluruh pendaftar, kita bisa lihat datanya karena ada juga yang tahun sebelumnya sudah pernah ikut upacara di Istana, tahun lalu juga sudah ikut,” ujarnya.
Ia memastikan, kebijakan tersebut bukan berarti menutup kesempatan bagi masyarakat yang sebelumnya sudah pernah hadir. Namun, hanya mengatur distribusi undangan agar lebih banyak warga yang belum pernah merasakan pengalaman mengikuti upacara kemerdekaan di Istana mendapat kesempatan.
“Kita akan mencoba membagi porsi dengan berusaha memprioritaskan bagi saudara-saudara kita, masyarakat kita yang belum pernah sama sekali. Jadi kita bagi porsinya,” urainya. (jpg)






