METRO SUMBAR

Bunda Literasi Tanah Datar, Dukung Penguatan Pendidikan Inklusi Bersama UIN Mahmud Yunus

×

Bunda Literasi Tanah Datar, Dukung Penguatan Pendidikan Inklusi Bersama UIN Mahmud Yunus

Sebarkan artikel ini
DIALOG— Bunda Literasi Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putrasaat dialog dengan pihak UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang digelar di Indo Jalito Batusangkar, Senin (10/8).

TANAHDATAR, METRO–Upaya mewujudkan pen­didikan inklusi yang ramah dan setara bagi seluruh anak di Kabupaten Tanah Datar mendapat dukungan penuh dari Bunda Literasi Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra. Dukungan tersebut disampaikan Lise dalam rapat terbatas bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang digelar di Indo Jalito Batusangkar, Senin (10/8).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bunda Literasi Tanah Datar dan dihadiri Dr. Fadriati, serta Dani Yoselisa, M.Psi., Psi­kolog dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Dr. Alfi Hidayati, M.Pd.

Lise mengatakan, pendidikan inklusi merupakan sistem layanan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk belajar bersama dengan anak lainnya dalam lingkungan sekolah regu­ler tanpa diskriminasi. “Pendidikan inklusi adalah sistem layanan pendidikan yang terbuka, di mana anak berkebutuhan khusus dan anak tanpa kebutuhan khusus dapat belajar bersama dalam satu kelas reguler di sekolah terdekat,” ujarnya.

Baca Juga  Kabupaten Merangin Jambi Kaji Tiru, Wakil Bupati Rahmang Konsisten Turunkan Angka Stunting

Menurutnya, penerapan pendidikan inklusi menjadi langkah penting untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang setara, sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik. “Kita berharap kolaborasi dengan UIN Mahmud Yunus Batusangkar ini menjadi langkah awal untuk memperluas dan memeratakan layanan pendidikan inklusi di seluruh sekolah dasar di Tanah Datar,” harapnya. Dalam kolaborasi tersebut, UIN Mahmud Yunus Batusangkar akan memberikan psikoedukasi dan pelatihan kepada guru kelas fase A. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan identifikasi awal terhadap anak yang memiliki kebutuhan khu­sus, sehingga dapat memperoleh penanganan dan pendampingan yang sesuai.

Dosen Psikologi UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dani Yoselisa, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa sekolah dasar pada prinsipnya telah memiliki kewajiban untuk menerima anak berkebutuhan khusus. Namun, dalam pe­laksanaannya, penerima­an peserta didik masih disesuaikan dengan kategori dan kemampuan sekolah dalam memberikan layanan. “Pendidikan inklusi bertujuan memberikan akses pendidikan yang merata bagi anak disabilitas maupun anak yang memiliki hambatan khu­sus,” jelasnya.

Baca Juga  Sambut Ramadhan, KALP dan PMI Gelar Donor Darah

Menurut Dani, pendidikan inklusi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan hak pendidikan, tetapi juga menjadi sarana untuk me­numbuhkan sikap toleransi, empati, dan penerimaan terhadap keberagaman sejak usia dini.  Lingkungan belajar yang inklusif juga diharapkan dapat mendukung perkembangan sosial dan emosional anak secara optimal.

Sementara itu, Dr. Fadriati, M.Ag., menyampaikan bahwa pelatihan bagi guru tidak berhenti pada tahap identifikasi awal. Guru yang telah mengikuti pelatihan juga akan mendapatkan pendampingan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi.

Pendekatan tersebut memungkinkan guru me­nyesuaikan proses dan metode pembelajaran dengan kemampuan, kebutuhan, serta karakteristik masing-masing peserta didik. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar tersebut, diharapkan terbangun ekosistem pendidikan yang semakin inklusif, sehingga setiap anak memiliki ke­sempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih potensi terbaiknya. (ant)