PADANG, METRO— Setelah dilakukan pencarian, dua pelajar yang dilaporkan tenggelam di lokasi berbeda di Kota Padang berhasil ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia, pada Minggu (16/8).
Dua korban tersebut adalah Josua Perkasa (15) dan Zahir (11). Josua dilaporkan tenggelam di kawasan Sungai Batang Arau, sedangkan Zahir tenggelam di kawasan perairan Air Tawar Barat.
Josua Perkasa, pelajar kelas VIII SMP Murni Padang, dilaporkan tenggelam pada Jumat (14/8) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa terjadi di kawasan Sungai Batang Arau, dekat Surau Batu.
Saat kejadian, Josua bersama tiga rekannya, Orlen Ananta Purnama Gulo, Rivaldo Laia, dan Mai Putra Jaya Zega, sedang dalam perjalanan pulang sekolah. Mereka kemudian berhenti di kawasan sungai untuk mandi.
Situasi berubah ketika hujan deras turun. Arus Sungai Batang Arau menjadi semakin kuat sehingga Josua dan Orlen yang tidak bisa berenang mengalami kesulitan.
Salah seorang saksi berhasil menolong Orlen yang sempat tidak sadarkan diri. Ia kemudian dibawa ke tepi sungai dan mendapat pertolongan di rumah Bidan Gusniati, kawasan Seberang Padang.
Namun, Josua terseret arus dan tenggelam. Upaya pencarian terus dilakukan hingga memasuki hari ketiga. Pada Minggu pagi, personel Rescue dan Pusdalops-PB BPBD Kota Padang bersama Tim SAR Gabungan kembali menyisir kawasan perairan menggunakan perahu karet.
Sekitar pukul 06.30 WIB, Josua akhirnya ditemukan oleh nelayan di sekitar Pulau Sinyaru. Korban kemudian dievakuasi menuju Dermaga Muara Padang dan tiba sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah tiba di dermaga, korban dibawa ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk menjalani proses visum.
Sementara itu, korban kedua, Zahir (11), dilaporkan tenggelam pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 13.15 WIB. Peristiwa terjadi ketika korban bersama sejumlah temannya mandi di kawasan Muaro Batang Muar, Perumnas Air Tawar Barat, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara.
Warga sempat melakukan pencarian setelah mengetahui kejadian tersebut. Namun, korban belum ditemukan hingga pencarian kemudian dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.
Pada hari kedua, petugas melakukan penyisiran di sungai dan kawasan pantai menggunakan perahu karet. Sekitar pukul 08.15 WIB, Minggu (16/8), Zahir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander, mengatakan pihaknya mengerahkan dua tim untuk mendukung operasi pencarian kedua korban.
“Dari Bidang KL kita menurunkan dua tim ke lokasi, masing-masing diperkuat lima personel untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi,” ujar Ricky.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Kota Padang, Basarnas, TNI, Polri, PMI, Satpol PP, Damkar, unsur kecamatan dan kelurahan, Kelompok Siaga Bencana, insan kebencanaan, hingga nelayan.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sungai maupun pantai.
Ia menekankan pentingnya memperhatikan kondisi cuaca dan arus air, terutama ketika hujan deras karena debit sungai dapat meningkat secara cepat.
“Kami mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka mandi atau bermain di sungai tanpa pengawasan, terutama saat hujan deras,” kata Hendri.
Menurutnya, pengawasan orang tua menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kecelakaan di kawasan perairan, khususnya ketika kondisi alam berubah dengan cepat.
BPBD Kota Padang juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan Pusdalops-PB. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center (0751) 778775 atau WhatsApp 085891522181. (*)






