PAYAKUMBUH/50 KOTA

Pacu Terbang Itik Butuh Sentuhan Pemerintah Daerah

×

Pacu Terbang Itik Butuh Sentuhan Pemerintah Daerah

Sebarkan artikel ini
PACU ITIAK—Terlihat suasana pacu terbang itik atau Pacu Itiak yang digemari masyarakat hanya sebatas pelaksanaan Iven atau Alek (permainan) Anak Nagari.

PAYAKUMBUH, METRO  –Hingga saat ini Pacu Terbang Itik atau Pacu Itiak masih sebatas pelaksanaan Iven atau Alek (permainan) Anak Nagari yang dilaksanakan saat moment-moment tertentu diberbagai gelanggang pacuan yang ada di Kota Payakumbuh maupun Ka­bupaten Limapuluh Kota (Luak Limopuluah), pacu Itiak Luak Limopuluah di­sebut hanya ada satu-sa­tunya didunia, namun belum mendapat perhatian atau sentuhan dari Pemerintah, sehingga tiap pelaksanaan, penonton “itu ke itu saja”, jikapun bertambah, hanya orang yang kebetulan lewat atau terpaksa melewati lokasi tempat/gelanggang pa­cuan digelar.

Padahal pacu Itiak me­miliki daya tarik tersendiri, itik yang pada umumnya tidak bisa terbang, kini dilatih hingga bisa terbang, bahkan dengan jarak bisa mencapai 1000 M lebih. Beberapa tahun lalu, pacu Itiak pernah menjadi acara pembuka dalam Pelaksanaan Balap Sepeda Tour de Singkarak (T­dS), bahkan jauh-jauh ta­hun-tahun dahulu, konon pacu Itiak juga pernah ditampilkan dalam acara-acara besar tingkat Kota Payakumbuh, namun kini, pacu Itiak masih sebatas permainan anak Nagari tingkat Kelurahan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Rembon (Ke­tua Umum Persatuan O­lahraga Terbang Itik/PORTI) Luak Limopuluah, Yb. dt. Parmato Alam disela-sela menyaksikan Pacu Itiak yang digelar Anak Nagari Aua Kuniang Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang (SAPAKU) Kecamatan Payakumbuh Selatan, Minggu (30/8).

Baca Juga  Hari Pertama Penggunaan e-Ticketing Masuk Lembah Harau, Pendapatan Naik

“Ini (pacu terbang itik) yang kita gelar selama dua hari, merupakan a­genda rutin tahunan. Di Kota Payakumbuh terdapat tiga gelanggang, begitu juga di Kabupaten Li­mapuluh Kota, kedepannya kita harapkan menjadi momentum bagi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan permainan tradisi anak nagari, dikemas/diberi sentuhan agar menjadi lebih baik,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, dengan kemasan atau sentuhan dari Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas terkait, akan memberikan dampak pada kunjungan wisatawan.

“Perhatian atau sentuhan yang diberikan nan­tinya akan memancing kunjungan wisatawan domestik maupun man­ca­negara, sebab pacu Itiak satu-satunya di du­nia, cuma ada di Luak Limapuluh,” ucap Ketua LKAAM Kota Payakumbuh itu. dt. Parmato Alam juga me­nyebut, dengan sentuhan atau perhatian dari Pemerintah Daerah yang lebih maksimal, Pacu Itiak akan memberikan nilai tambahnya bagi daerah.

“Saat ini masih digelar ditingkat Nagari tiap ta­hunnya, kedepannya tentu kita berharap dari waktu ke waktu bisa ditingkatkan sehingga menjadi nilai tambah bagi Kota Payakumbuh.  Diantaranya dengan memberi ruang pacu Itiak dalam peringatan HUT kemerdekaan RI tingkat Kota Payakumbuh ataupun dalam HUT Kota Payakumbuh, serta me­ngundang pihak luar (a­gent wisata) untuk me­nyak­sikan Pacu Itiak,” harapnya.

Gelanggang pacuan terbang itik di Kota Payakumbuh ada di Aua Kuniang, Sicincin Padang Cubadak serta Gelanggang Tunggua Kubua Kapalo Ampangan, sementara di Kabupaten Li­mapuluh Kota, gelanggang pa­cuan terdapat di Padang Panjang, Parak Loweh serta di Sikabu-kabu.

Baca Juga  Wako Payakumbuh Bantu Rumah Kayu Milik Petani yang Terbakar

Widya Amanda, Mahasiswa Peternakan Universitas Andalas Kampus Payakumbuh yang baru pertama kali menyaksikan Pacu Itiak, mengaku sa­ngat tertarik dengan ivent yang digelar, sebab selama ini ia hanya tahu Itik tidak bisa terbang. “Sa­ngat, sangat menarik melihat itik bisa terbang, apalagi dengan jarak yang cukup jauh. Ini kali pertama saya menonton pacu itik,” ucapnya.

Mahasiswa asal Kabupaten Pasaman itu berharap kedepannya Pacu Itik bisa dikemas lebih baik, sehingga bisa mendatangkan lebih banyak penonton. “Tentu harus lebih banyak promosi, sehingga banyak diketahui oleh masyarakat dari berbagai daerah lainnya dan pengunjung juga lebih banyak,” tutupnya.

Hal yang sama juga diungkapkan dt. Bangso yang menonton pacu Itiak dihari kedua (Minggu), menurutnya alek Anak Nagari tersebut harus mendapat perhatian dari Pemerintah. “Harus dikemas dan dibantu lebih baik oleh Pemerintah, sehingga Iven nya lebih besar,” tutupnya. Sejak ta­hun 2020, pacu itiak diakui secara resmi oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai salah satu Wa­risan Budaya Tak Benda khas Indonesia dalam bidang Seni Pertunjukan yang berasal dari Suma­tera Barat. (uus)